Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul Siapkan Kawasan di Sedayu untuk Program Nasional Tiga Juta Rumah

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantul Siapkan Kawasan di Sedayu untuk Program Nasional Tiga Juta Rumah Doc: Dok. Antara

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan kawasan di Kecamatan Sedayu untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Program tiga juta rumah ini adalah program nasional dari Presiden dan Kementerian Perumahan. Pemerintah daerah sifatnya mendukung agar pelaksanaannya berjalan sukses. Di Bantul, program ini sudah mulai di kawasan Sedayu,” ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa (2/9).

Abdul Halim menjelaskan, program tersebut merupakan upaya pemerintah pusat untuk menyediakan hunian layak bagi MBR sekaligus mengurangi backlog perumahan. Ia bersama jajaran juga telah mengikuti rapat koordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas teknis pelaksanaannya.

Menurutnya, rumah bersubsidi dalam program ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp160 jutaan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah berpeluang memiliki rumah layak huni. “Presiden menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah bersubsidi setiap tahun untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Meski demikian, jumlah unit yang dialokasikan khusus untuk Bantul belum diketahui pasti. Program ini dijalankan langsung oleh Kementerian Perumahan melalui kepanitiaan khusus. Pemerintah daerah, lanjutnya, hanya memberikan dukungan berupa pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah bersubsidi, sehingga masyarakat tidak perlu membayar pajak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menambahkan bahwa pemerintah kabupaten tidak memiliki data spesifik mengenai jumlah rumah bersubsidi yang akan dibangun di wilayahnya.

“Yang jelas, sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Dari sisi kewenangan, pemkab lebih fokus pada program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” jelasnya.

Selain itu, DPUPKP juga berupaya mempermudah proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan siteplan, bagi pengembang yang membangun rumah bersubsidi. Saat ini, tercatat ada sekitar 15 pengembang yang aktif dengan kurang lebih 450 unit rumah subsidi di Bantul.

“Kewenangan pemda terbatas, biasanya hanya terkait pembangunan rumah akibat dampak bencana alam atau proyek pembangunan. Di luar itu, kewenangan ada di pemerintah pusat,” tambah Jimmy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.