Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo! Anggota DPRD DKI, Aksi Unjuk Rasa Jadikan Momentum Introspeksi Diri

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 19:07 WIB | Oleh:
Ayo! Anggota DPRD DKI, Aksi Unjuk Rasa Jadikan Momentum Introspeksi Diri Doc: ANTARA/Khaerul Izan
Ket. Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia Ari Subagyo memberikan keterangan di Jakarta.

JAKARTA - Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia Ari Subagyo mengatakan unjuk rasa di Gedung DPR/MPR yang berujung kerusuhan dalam beberapa hari terakhir harus menjadi bahan introspeksi bagi para wakil rakyat, termasuk DPRD DKI Jakarta.

"Kondisi belakangan harus membuat DPRD DKI segera berbenah. Terlebih, gaji dan tunjangan pasti lebih fantastis dari DPRD di daerah atau provinsi lain di Indonesia yang tak luput dari amukan massa," kata Ari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/9).

Dia menyebutkan gaji dan tunjangan legislator DPRD DKI Jakarta setidaknya mencapai 139,2 juta rupiah per bulan. Jika diakumulasikan dalam satu tahun, maka jumlahnya mencapai sekitar 1,67 miliar rupiah.

Dia pun mengaku tidak heran jika banyak legislator DPRD DKI Jakarta yang terbuai dengan gaya hidup mewah, dengan menggunakan atau mengoleksi mobil-mobil berharga miliaran.

Bahkan, sambung dia, nilai tunjangan rumah para wakil rakyat itu ditaksir mencapai 70 juta rupiah sampai 78,8 juta rupiah, atau lebih besar dari tunjangan anggota DPR yang viral dengan nilai 50 juta rupiah sehingga memicu amarah rakyat.

Menurut Ari, penghasilan legislator DPRD DKI Jakarta akan semakin 'gemuk' berkat tunjangan reses serta kunjungan kerja (kunker) ke dalam dan luar negeri.

"Saya minta ini juga dievaluasi. Pak Presiden sudah tegas menyampaikan. Legislator DPRD DKI itu juga ada tunjangan rumah hingga transportasi. Harus dievaluasi," kata Ari menegaskan.

Lebih lanjut, dia menginginkan agar DPRD DKI Jakarta secara transparan mengungkap seluruh penghasilan anggota dewan, baik sebelum dan sesudah dilakukan evaluasi.

Selain itu, dia meminta kepada pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi kinerja mereka.

Dia menyarankan agar sistem presensi harian dan pemotongan gaji diterapkan, sehingga apabila terdapat anggota dewan yang tidak masuk kantor atau tidak mengikuti Rapat Paripurna dengan alasan yang jelas, maka gaji mereka dipotong.

"Saat ini adalah saatnya menunjukkan empati, bukan justru menari-nari dengan penghasilan gendut di atas penderitaan rakyat, banyak warga Jakarta yang masih hidup susah," tutur Ari. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.