Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur NTB Serukan Aksi Damai Agar Ekonomi Tak Terganggu

📅 Senin, 01 Sep 2025, 08:10 WIB | Oleh:
Gubernur NTB Serukan Aksi Damai Agar Ekonomi Tak Terganggu Doc: Diskominfotik NTB
Ket. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan pertemuan dengan mahasiswa dan ormas kepemudaan untuk menyamakan persepsi tentang unjuk rasa damai di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (31/8/2025).

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyerukan aksi damai kepada para mahasiswa dan masyarakat yang melakukan unjuk rasa agar aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah tidak terganggu.

"Kalau NTB tidak kondusif, ekonomi terganggu dan yang pertama merasakan dampaknya adalah rakyat. Karena itu kita semua harus menjaga kedamaian," kata Iqbal dalam keterangan yang dikutip di Mataram, Senin (1/9).

Pada 31 Agustus 2025, Iqbal melakukan silaturahmi dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari Cipayung Plus serta sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Pertemuan itu bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama menjaga ketenangan dan kedamaian di Nusa Tenggara Barat.

Ia menegaskan bahwa menjaga suasana kondusif merupakan kepentingan bersama karena stabilitas daerah sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

"Kami tidak melarang mahasiswa untuk aksi. Pertemuan itu semata-mata silaturahmi, bukan untuk membatasi. Kami mengharapkan komitmen bersama agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai," kata Iqbal.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari kuartal ke kuartal pada triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen yang didorong aktivitas industri pengolahan dan ekspor.

Sebanyak 15 dari 17 lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif. Penyediaan akomodasi dan makan-minum tumbuh sebesar 17,83 persen didorong oleh peningkatan wisatawan dan okupansi hotel.

Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang menyumbang 23,31 persen terhadap produk domestik regional bruto PDRB juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,80 persen ditopang oleh naiknya produksi padi sebesar 5,86 persen secara tahunan.

Konsumsi rumah tangga naik sebesar 2,89 persen secara kuartal ke kuartal menandakan daya beli masyarakat mulai pulih. Investasi atau PMTB juga mencatat kenaikan sebesar 1,08 persen menjadi indikator kepercayaan pelaku usaha.

Lebih lanjut Gubernur Iqbal mengapresiasi semangat mahasiswa dan pemuda yang menunjukkan kepedulian besar terhadap Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya pada 30 Agustus 2025, aksi unjuk rasa elemen mahasiswa dan masyarakat yang dilakukan di Kota Mataram menimbulkan berbagai kerusakan dari mulai pelemparan batu dan pengerusakan di kantor Polda NTB sampai pembakaran gedung DPRD NTB.

Sekretariat DPRD memproyeksikan nilai kerugian materiil akibat aksi pembakaran dan penjarahan di gedung DPRD NTB mencapai puluhan miliar rupiah. Ada dua gedung yang dibakar, yakni gedung rapat dan sidang, serta gedung gedung sekretariat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.