Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua DPRD NTB Prihatin dengan Pembakaran Gedung Wakil Rakyat

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 07:07 WIB | Oleh:
Ketua DPRD NTB Prihatin dengan Pembakaran Gedung Wakil Rakyat Doc: antara foto
Ket. Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Ivie Rupaeda

MATARAM - Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Ivie Rupaeda menyatakan keprihatinannya atas aksi pembakaran dan penjarahan gedung dewan setempat yang dilakukan oleh ribuan massa saat berunjuk rasa di Gedung DPRD NTB pada Sabtu (30/8) siang.

"Saya atas nama lembaga dan pribadi menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian hari ini. Semoga kembali kita kondusif dan semua kita menahan diri untuk tidak anarkis," ujarnya Baiq Ivie dalam keterangannya di Mataram, Minggu (31/8).

Bahkan usai pertemuan dengan jajaran Forkopimda dan sejumlah elemen masyarakat di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Sabtu (30/8) malam, ia menegaskan, DPRD NTB selalu membuka pintu untuk berdialog dan berdiskusi serta menerima pengunjuk rasa dengan baik.

"Tapi mungkin kali ini ada hal-hal yang tentunya kami berharap lebih baik lagi ke depan. Tidak ada lagi terjadi hal-hal anarkis seperti yang sudah terjadi," kata Isvie.

Ditanya bagaimana dewan bekerja pasca-terbakarnya seluruh gedung dewan oleh massa aksi. Isvie memastikan kinerja dewan tidak akan terganggu, bahkan seluruh anggota dewan akan tetap bekerja seperti biasa.

"Tentu kami akan berkoordinasi dengan Gubernur NTB. Karena, yang saya pikirkan adalah tugas dan fungsi DPRD harus tetap berjalan," ujarnya.

"Oleh karena itu, untuk menunjang kerja-kerja dan fungsi DPRD, pihaknya membutuhkan sekretariat, kantor, meskipun kecil untuk menjalankan tugas-tugas dewan. Insya Allah akan berjalan baik," sambung Isvie.

Menurutnya, agar kinerja dewan tetap berjalan, dirinya bersama dewan lainnya akan berkerja di tenda darurat di halaman gedung DPRD.

"Sementara kami buat tenda untuk sekretariat. Tapi kalau untuk paripurna kami pinjam Gedung Sangkareang yang berada di Kantor Gubernur NTB, tapi setiap hari kami berharap akan pakai tenda saja," ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada laporan nilai kerugian sementara dari peristiwa tersebut. Isvie mengaku belum tahu berapa nilai kerugian yang dialami daerah dari peristiwa itu. Namun, Iqvie berharap tidak ada lagi peristiwa yang sama terjadi di NTB.

"Belum ada soal kerugian, karena kami belum taksir. Tapi ini persoalan kita bersama," katanya.

Sementara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya bersama DPRD NTB akan bersama-sama memastikan anggota dewan tetap menjalankan tugas dan fungsinya. Karena masih banyak hal-hal penting yang harus di bahas antara eksekutif dan legislatif.

"Jadi, DPRD harus tetap berjalan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.