Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Industri Mamin Tembus Pasar Afrika

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 09:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Industri Mamin Tembus Pasar Afrika Doc: Kemenperin
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri makanan dan minuman (mamin) sebagai salah satu sektor andalan dalam menopang perekonomian nasional. Industri mamin dinilai memiliki potensi besar karena didukung oleh ketersediaan sumber daya alam melimpah, kapasitas produksi kompetitif, serta permintaan domestik yang terus meningkat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan industri mamin adalah subsektor manufaktur yang konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. "Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen,"kata Menperin di Jakarta, Sabtu (30/8).

Pada periode yang sama, industri mamin berkontribusi sebesar 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, menjadikannya subsektor dengan sumbangsih paling tinggi. Sektor makanan dan minuman telah menjadi motor utama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas. "Selain mendominasi pangsa pasar industri, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta berperan penting dalam mendorong ekspor," ungkap Menperin.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika juga menyampaikan kinerja gemilang dari industri mamin. Hingga Mei 2025, ekspor industri mamin mencapai USD18,59 miliar (termasuk minyak kelapa sawit). Dari angka tersbut, neraca perdagangan sektor makanan dan minuman surplus sebesar USD13,14 miliar.

"Investasi di industri mamin pun turut tumbuh signifikan, dengan total investasi mencapai Rp53,17 triliun hingga triwulan II-2025, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp18,97 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp34,19 triliun," ungkapnya.

Putu mengapresiasi PT. URC Indonesia selaku produsen produk makanan ringan, yang melakukan pelepasan ekspor ke Ivory Coast Pantai Gading, Afrika dari Cikarang Dry Port, Kamis (28/8). Pelepasan ekspor 10 truk kontainer berisi produk makanan ringan ini turut disaksikan oleh Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI.

"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT. URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika. Langkah ini menjadi contoh penting bagi upaya perluasan pangsa pasar produk Indonesia dan menekankan pentingnya menjaga daya saing industri domestik agar mampu bersaing secara global," paparnya.

Putu berharap, peningkatan aktivitas ekspor tersebut semakin bertambah ke depannya dan dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri manufaktur di Indonesia agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan usahanya. “Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penerbitan berbagai program dan kebijakan yang strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,"imbuhnya.

Level Ekspansi

Putu juga menyampaikan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025, menunjukkan sektor industri makanan dan minuman berada pada level ekspansi dengan nilai 54,89. Capaian ini meningkat 1,25 poin dari bulan sebelumnya (53,64). Tingkat ekspansi ini juga mencerminkan iklim usaha masih kondusif dan adanya potensi peningkatan kegiatan usaha sektor mamin ke depannya.

Industri biskuit merupakan subsektor yang tumbuh konsisten setiap tahun. Saat ini terdapat lebih dari 100 perusahaan biskuit di Indonesia dengan kapasitas terpasang 1,72 juta ton dan utilisasi sebesar 62 persen, sebutnya. 

Untuk produk biskuit, Indonesia menempati posisi ke-11 dalam pemenuhan pasar global dengan kontribusi 3,59 persen. Bahkan, ekspor biskuit Indonesia menunjukkan tren kenaikan, dengan nilai ekspor tahun 2023 sebesar USD 443 juta, meningkat 4,5 persen dibandingkan 2022.

Sebagai bentuk langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, Kemenperin mendorong penggunaan tepung berbasis bahan baku lokal, seperti tepung sagu, sebagai penggganti tepung terigu. Tepung sagu bersifat nongluten dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga berpotensi menjadi bahan baku pangan fungsional yang ramah bagi kelompok berkebutuhan khusus, jelas Putu. 

Lebih lanjut, Kemenperin memfasilitasi pemberian berbagai fasilitas seperti insentif tax allowance pada industri biskuit yang menggunakan bahan baku utama tepung berbahan baku lokal, fasilitas super deduction tax untuk riset diversifikasi produk, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta bantuan berupa program restrukturisasi mesin/peralatan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.