Kim Jong-un Hibur Keluarga Tentara Korea Utara yang Gugur dalam Perang di Ukraina

Sabtu, 30 Agu 2025, 14:48 WIB

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan keluarga tentara yang tewas saat bertempur untuk Russia di Ukraina dan menyampaikan belasungkawa atas "rasa sakit yang tak tertahankan" mereka, kata media pemerintah, Sabtu (30/8).

Pyongyang belum mengonfirmasi jumlah tentaranya yang tewas saat bertempur untuk Russia, meskipun Seoul memperkirakan sekitar 600, dan ribuan lainnya terluka.

Ket. Foto: Foto yang dirilis KCNA pada 30 Agustus 2025 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang menyerahkan potret yang dibungkus bendera Korea Utara kepada keluarga seorang tentara yang berpartisipasi dalam operasi militer di luar negeri, di Pyongyang. — Sumber: KCNA via AFP

Badan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat mengatakan Korea Utara mengirim lebih dari 10.000 tentara ke Russia pada tahun 2024 -- terutama ke wilayah Kursk -- bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

Kim menyampaikan pidato kepada keluarga korban pada hari Jumat, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan, setelah bertemu dengan beberapa dari mereka minggu lalu pada upacara publik lainnya yang memberikan penghormatan kepada para prajurit.

"Saya banyak memikirkan keluarga para martir lain yang tidak hadir di sana. Jadi, saya mengatur pertemuan ini karena saya ingin bertemu dan menghibur keluarga para pahlawan yang berduka, serta meringankan sedikit kesedihan dan derita mereka," ujar Kim dalam pidatonya, menurut KCNA.

Ia berjanji akan mendirikan monumen di ibu kota dan membangun jalan baru untuk keluarga yang ditinggalkan, sementara negara akan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak pasukan tersebut.

"Hati saya hancur dan semakin sakit saat melihat anak-anak kecil itu," katanya.

"Saya, negara, dan tentara kami akan bertanggung jawab penuh atas mereka dan melatih mereka dengan mengagumkan sebagai pejuang yang gigih dan berani seperti ayah mereka," tambahnya.

Korea Utara baru mengonfirmasi pihaknya telah mengerahkan pasukan untuk mendukung perang Russia di Ukraina pada bulan April dan mengakui bahwa tentaranya telah tewas dalam pertempuran.

Pada upacara minggu lalu, gambar yang dirilis KCNA menunjukkan Kim yang emosional memeluk seorang prajurit yang kembali, yang tampak kewalahan, dan membenamkan wajahnya di dada sang pemimpin.

Pemimpin itu juga terlihat berlutut di depan potret seorang prajurit yang gugur untuk memberikan penghormatan dan meletakkan medali serta bunga di samping gambar orang yang gugur.

Pada awal Juli, media pemerintah kembali menunjukkan Kim yang tampak emosional saat menghormati peti mati yang dibungkus bendera, tampaknya peti mati para prajurit yang gugur kembali ke rumah.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.