Tim SAR Babel Evakuasi Nelayan Alami Mati Mesin di Perairan Airanyir
Kamis, 28 Agu 2025, 16:15 WIBPangkalpinang --Â Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengevakuasi enam orang nelayan yang mengalami kapal mati mesin saat berada di Perairan Airanyir, Kabupaten Bangka.
Kepala SAR Pangkalpinang I Made Oka Astawa di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan evakuasi dilakukan setelah menerima informasi kejadian yang menimpa kapal nelayan dari TPI Pangkalbalam, yang mengalami mati mesin di Perairan Airanyir pada Rabu (27/8) malam.
Kapal yang mengangkut enam orang, termasuk nakoda tersebut, pada Rabu pukul 04.45 WIB berangkat dari Dermaga TPI Pangkalbalam menuju fishing ground di Perairan Airanyir untuk memancing ikan. Setelah selesai menangkap ikan, pada pukul 17.30 WIB kapal mengalami mati mesin dan tidak bisa dihidupkan.
Nakoda mencoba memperbaiki kapal, namun hingga malam hari kapal belum berhasil diperbaiki. Kapal itu terombang ambing dan berakhir lego jangkar di perairan tersebut.
Salah satu pemancing menghubungi temannya untuk melapor kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.
"Menerima informasi tersebut, kami memberangkatkan satu tim menggunakan Kapal RBB (Rigid Bouyancy Boat) milik Basarnas menuju lokasi. Tim SAR kemudian mencoba berkomunikasi kepada para pemancing dan mereka menginformasikan posisi lego jangkar," katanya.
Kapal nelayan berada pada koordinat 2°03'12.2"S 106°12'32.6"E, kata dia, tim bergerak menuju titik lokasi dan melakukan pencarian serta meminta para nelayan memberikan kode cahaya kepada tim.
"Sekitar satu jam melakukan penyisiran, Tim SAR tiba di lokasi kapal dan bergegas mengevakuasi lima orang pemancing ke atas kapal RBB," katanya.
Pada aksi penyelamatan ini tim rescue juga berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan Pangkalpinang untuk melakukan cek kesehatan para nelayan.
Kondisi cuaca saat proses evakuasi dilaporkan cerah, kata dia, namun ombak yang cukup besar membuat proses evakuasi sedikit terhambat.
"Sebelum kami memindahkan para nelayan ke Kapal RBB, tak lupa kita memberikan life jacket demi keselamatan para nelayan tersebut, mereka kita evakuasi dan kapal ditarik menuju dermaga TPI Pangkalbalam," katanya.
Oka Astawa berterima kasih kepada segenap tim SAR gabungan yang turut membantu dalam proses evakuasi. "Warga kami imbau untuk selalu waspada dan lakukan persiapan matang agar tidak mengalami kejadian yang bisa membahayakan," ujarnya.
Bagi yang mengalami kejadian serupa atau kejadian mengancam jiwa manusia segera hubungi Basarnas di 115 atau call center SAR Babel 0717-4261338 atau di WhatsApp 0811-7810-115.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Kapal Ferry Alami Mati Mesin Saat Berlayar ke Tanjungpinang, KSOP Batam Pastikan Kru dan Penumpang Selamat
-
Antisipasi Pendatang Baru Usai Lebaran, Disdukcapil DKI Jakarta Siapkan Strategi Khusus
-
CEO Manchester United Targetkan “Setan Merah” Juara Liga Inggris Tahun 2028
-
13 Fitur Berbasis AI Diluncurkan Grab untuk Permudah Pengguna
-
Pramono Yakin Jika Digitalisasi Transaksi Keuangan Berjalan, Copet Berkurang, Preman Hilang
-
Bongkar Modus ‘Investor Palsu’, Imigrasi Jakut Deportasi Dua WNA Tiongkok!
-
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Aktor Gene Hackman dan Istrinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.