Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump akan Mengubah Nama Departemen Pertahanan menjadi 'Departemen Perang'

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 05:29 WIB | Oleh:
Trump akan Mengubah Nama Departemen Pertahanan menjadi 'Departemen Perang' Doc: Istimewa
Ket. Donald Trump berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Senin (25/8).

WASHINGTON DC - Presiden Amerika SerikatDonald Trump pada Senin (25/8) mengatakan sebanyak tiga kali bahwa ia berencana untuk mengubah nama "Departemen Pertahanan" dengan kembali ke nama sebelum tahun 1947, yaity "Departemen Perang".Dari The Guardian, Presiden, yang karier bisnisnya sebelum terjun ke dunia politik sebagian besar berfokus pada pemasaran, pertama kali mengemukakan gagasan itu pada Senin pagi, saat menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval dengan menteri pertahanannya, Pete Hegseth. "Jadi Pete, kamu awalnya bilang 'Departemen Pertahanan', dan entah kenapa kedengarannya kurang bagus buatku, ya, kurang bagus. 'Pertahanan', apa sih 'Pertahanan' itu? Kenapa 'Pertahanan'? Jadi dulu namanya 'Departemen Perang' dan kedengarannya lebih kuat," katanya.Trump kemudian berkata kepada segelintir pejabat yang berdiri di belakangnya – yaitu: JD Vance, wakil presiden; Pam Bondi, jaksa agung; Kristi Noem, menteri keamanan dalam negeri; Stephen Miller, wakil kepala staf; Terry Cole, kepala Badan Pemberantasan Narkoba; dan Hegseth – “jika kalian mau, berdiri di belakang saya, jika kalian mengambil sedikit suara dan ingin mengubahnya kembali seperti keadaan ketika kita biasa memenangkan perang sepanjang waktu, itu tidak masalah bagi saya”.Kemudian, saat menjawab pertanyaan bersama Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung , yang hadir melawat, Trump kembali mengemukakan gagasan itu, tiba-tiba."Pete Hegseth sangat luar biasa dengan, seperti yang saya sebut, 'Departemen Perang'. Anda tahu, kami menyebutnya 'Departemen Pertahanan', tetapi, di antara kami, saya rasa kami akan mengganti namanya," kata Trump saat melontarkan sindiran tentang keamanan perbatasan.Sebagai penjelasan, presiden menambahkan: "Kita memenangkan Perang Dunia I, Perang Dunia II, namanya 'Departemen Perang'. Dan bagi saya, memang begitulah adanya."Ketika ditanya oleh seorang reporter bagaimana ia berencana mengganti nama departemen pertahanan menjadi 'Departemen Perang', karena hal itu memerlukan persetujuan Kongres, Trump berkata : "Kami akan melakukannya. Saya yakin Kongres akan menyetujuinya, jika kami membutuhkannya, saya rasa kami bahkan tidak membutuhkannya.""Bagi saya, itu terdengar jauh lebih tepat... yang lainnya adalah, 'Bertahan terlalu defensif. Dan kita ingin bersikap defensif, tetapi kita juga ingin bersikap ofensif jika perlu.' Jadi, menurut saya itu terdengar lebih baik."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.