Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Kediri Adakan GPM 15 Hari untuk Kendalikan Inflasi

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 20:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Kediri Adakan GPM 15 Hari untuk Kendalikan Inflasi Doc: ANTARA
Ket. Warga saat membeli beras dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kota Kediri Jawa Timur.

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur mengadakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sampai 15 hari, sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Moh Ridwan, di Kediri, Selasa (26/8), mengatakan kebijakan mengadakan GPM ini karena harga beberapa komoditas yang sudah mengalami kenaikan.

"Beberapa komoditas ada yang dengan harga di atas HET terutama beras. Sehingga, Pemkot Kediri melakukan koordinasi bersama TPID dan Perum Bulog Cabang Kediri. Disepakati bersama akan melaksanakan GPM khusus warga ber-KTP Kota Kediri,” katanya.

Harga beras di pasar tradisional Kota Kediri, untuk kualitas premium seharga Rp15 ribu per kilogram, dan kualitas medium seharga sekitar Rp13.000 per kilogram. harga ini di atas HET.

Diketahui bahwa HET beras premium saat ini ditetapkan Rp14.900 per kilogram di zona 1 (meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi).

Kemudian harga Rp15.400 per kg di zona 2 (meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan), serta Rp15.800 per kg di zona 3 (meliputi Maluku dan Papua).

Sedangkan ​​​HET beras medium terbaru yang ditetapkan Bapanas yakni Rp13.500 per kilogram (kg) untuk zona 1, Rp14.000 per kg untuk zona 2, dan Rp15.500 per kg untuk zona 3.

Ia menjelaskan, kegiatan GPM itu berlangsung 15 hari mulai dari tanggal 25 Agustus 2025 hingga 15 September 2025. Kegiatan digelar di 15 kantor kelurahan wilayah Kota Kediri.

Kelurahan yang dipilih sebagai lokasi GPM, antara lain Bandar Lor (25/8), Ngronggo (26/8), Bangsal (27/8), Lirboyo (28/8), Semampir (29/8), Bawang (1/9), Mrican (2/9), Kaliombo (3/9), Tempurejo (4/9), Ngampel (8/9), Setonopande (9/9), Tosaren (10/9), Banjarmlati (11/9), Balowerti (12/9), dan Pakunden (15/9).

Ridwan menyebut beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan itu antara lain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual dengan harga Rp56.500 per 5 kilogram, Minyakita seharga Rp15.000 per liter, telur ayam ras seharga Rp24.000 per kilogram.

Ada juga aneka sayuran hasil panen kelompok wanita tani seharga Rp5.000 per paket, cabai merah besar, cabai keriting, dan cabai rawit Rp5.000 per 200 gram, bawang merah Rp10.000 per 250 gram, bawang putih Rp7.000 per 250 gram, ikan lele dari kelompok pengolah dan pemasar (Poklasar) hasil perikanan Rp20.000 per kilogram.

Ia menambahkan, untuk penjualan beras dialokasikan 2 ton per titik. Hal itu dilakukan dengan harapan penyerapan beras nantinya bisa lebih lancar.

“Untuk beras medium SPHP kami alokasikan 2 ton per titik dengan harapan penyerapan beras SPHP bisa lebih lancar dan tinggi, sekaligus untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah harga yang masih di atas HET,” katanya.

Ridwan berharap melalui upaya ini masyarakat Kota Kediri dapat menjangkau kebutuhan pokok, terutama beras dengan mudah dan harga terjangkau sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.