Beijing Prioritaskan Penggunaan Teknologi Mutakhir untuk Penelitian Peninggalan Budaya

Selasa, 26 Agu 2025, 15:28 WIB

BEIJING - Kota Beijing bertekad akan secara signifikan meningkatkan penelitian peninggalan budaya dan pameran publik berteknologi tinggi di bidang tersebut per 2035, demikian menurut sebuah rencana kota yang baru dirilis.

Biro Warisan Budaya Kota Beijing menyatakan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penerapan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), mahadata (big data), dan realitas virtual (virtual reality/VR), di museum-museum dan situs-situs warisan budaya.

Inisiatif-inisiatif utama meliputi pembuatan basis data digital komprehensif untuk semua peninggalan budaya tak bergerak, menggunakan data dari survei nasional yang sedang dilaksanakan maupun yang telah dilakukan sebelumnya. Material dan teknik baru untuk melestarikan struktur kayu kuno juga akan dikembangkan.

Pameran-pameran museum akan mengalami peningkatan besar. Rencana itu menyerukan penggunaan VR, realitas tertambah (augmented reality/AR), dan tampilan beresolusi tinggi agar kunjungan menjadi lebih interaktif dan menarik bagi publik.

Ket. Foto: Komplek kawasan wisata Kota Terlarang di Beijing. — Sumber: Britannica

Teknologi-teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan AI juga akan memperkuat keamanan artefak dan manajemen penyimpanan.

Untuk mendukung tujuan-tujuan tersebut, Beijing akan mendorong universitas-universitas untuk menawarkan program interdisipliner yang berfokus pada teknologi warisan budaya.

Peningkatan insentif untuk mengubah penelitian menjadi aplikasi praktis juga merupakan bagian dari rencana ini. Ant/Xinhua

  • forbidden city

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.