Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Sobo' Pasar, Khofifah Temukan Harga Beras Premium dan Minyak Kita Di Atas HET

📅 Senin, 25 Agu 2025, 17:56 WIB | Oleh:
 'Sobo' Pasar, Khofifah Temukan Harga Beras Premium dan Minyak Kita Di Atas HET Doc: Istimewa
Ket. Dalam tinjuan ke pasar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemukan kebutuhan masyarakat akan beras medium dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sangat tinggi.

SURABAYA - Distribusi beras medium di pasar tradisional terus disisir oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Untuk itu, pagi ini Senin (25/8), ia meninjau Pasar Soponyono Surabaya untuk memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, Khofifah berdialog dengan sejumlah pedagang pasar, menanyakan apakah ada kesulitan pasokan beras medium. Ia menanyakan ada yang menjadi kendala, dan memastikan agar kendala tersebut segera diatasi sehingg stok beras medium  SPHP terus tersedia bagi masyarakat.Tak hanya itu, didampingi Kepala Disperindag Jatim Iwan, Khofifah juga membagikan beras SPHP kemasan 5 kilogram kepada para pembeli di pasar. Pembagian beras ini sontak disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat."Beras menjadi konsumsi tertinggi di masing-masing keluarga, maka saya ingin cek supaya distribusi SPHP itu bisa terjangkau oleh masyarakat. Alhamdulillah, SPHP di Pasar Soponyono Surabaya ini relatif  stabil, tidak di atas HET," kata Khofifah.Dalam pantauan di Pasar Soponyono, harga beras premium tercatat 15.000 rupiah per kilogram, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) 14.900 rupiah per kilogram. Kebutuhan beras SPHP sendiri kata Khofifah, sangat tinggi di masyarakat. Oleh karenanya ia meminta agar supply beras SPHP dapat ditambah sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat."Saya tanya ke toko tadi, masyarakat lebih banyak beli beras medium atau premium. Mereka sampaikan lebih banyak beras medium. Berarti SPHP kebutuhannya sangat tinggi," katanya."Yang seperti ini tentu kita berharap Bulog bersama Bapanas (Badan Pangan Nasional) bisa mendistribusikan dengan lebih lancar lagi, lebih merata lagi dan lebih menjangkau lagi," tambahnya.Selain beras, Khofifah juga mengecek harga sejumlah komoditas pangan lain yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data per 24 Agustus 2025, gula pasir dijual 17.000 rupiah/kg (HET 17.500 rupiah), minyak goreng curah 19.000 rupiah/kg, dan minyak goreng kemasan Minyakita 17.000 rupiah/kg (HET 15.700 rupiah).Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga tepung terigu berada di 12.500 rupiah/kg. Sementara itu, komoditas hortikultura juga menunjukkan tren positif. Cabe merah besar tercatat 27.000 rupiah/kg, dan cabe rawit merah 22.000 rupiah/kg, jauh lebih rendah dibanding HET 40.000–57.000 rupiah/kg.Harga bawang merah terpantau 40.000 rupiah/kg, masih dalam rentang HET 36.500–41.500 rupiah/kg. Sedangkan bawang putih dijual 34.000 rupiah/kg. Kondisi ini menunjukkan pasokan pangan di Pasar Soponyono berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan distribusi.Meski sebagian besar harga berada di bawah HET, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mencatat adanya komoditas yang masih di atas ketentuan. "Kami mencatat ada beberapa komoditas yang harganya masih sedikit di atas HET, seperti beras premium dan minyak goreng Minyakita. Hal ini akan menjadi perhatian bersama agar distribusi lebih lancar, sehingga harga bisa segera turun mendekati HET," katanya.Dikatakan Khofifah, pengendalian harga tidak bisa dilakukan satu pihak saja, melainkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. "Sinergi pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Bulog, dan pedagang sangat penting agar suplai pangan tetap lancar. Dengan begitu, harga bisa terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” katanya."Kepala pasar juga punya peran penting untuk membantu akses, sehingga ketersediaannya lebih bisa menjangkau," tambahnya. Menurut Khofifah, pemprov Jatim melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan intervensi harga melalui operasi pasar, pasar murah, maupun bazar sembako. Langkah ini diharapkan dapat menahan gejolak harga sekaligus menekan angka inflasi di bumi Majapahit.“Pemerintah akan terus hadir untuk menjaga stabilitas pangan. Kita ingin memastikan masyarakat Jawa Timur, benar-benar merasakan manfaat program stabilisasi ini. Inflasi harus kita jaga agar tetap terkendali,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Ponsel Vivo V80 Lite 5G Segera Hadir di Indonesia

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ponsel Vivo V80 Lite 5G Seg...

Niki Rilis Lagu "Merry Christmas Darling"

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Olahraga
David Beckham Disebut Muncu...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.