Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri LH dan Seluruh Gubernur RI Bakal Bahas Potensi Karbon untuk Ditawarkan di Konferensi Perubahan Iklim PBB

📅 Senin, 25 Agu 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Menteri LH dan Seluruh Gubernur RI Bakal Bahas Potensi Karbon untuk Ditawarkan di Konferensi Perubahan Iklim PBB Doc: antara foto
Ket. Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (LH/BPL) Hidup Hanif Faisol Nurofiq

DENPASAR - Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (LH/BPL) Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bakal mengumpulkan gubernur seluruh Indonesia untuk membahas potensi karbon yang bisa ditawarkan saat Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) di Brasil.

“Saya mengundang kehadiran para gubernur nanti bersama-sama saya, kita lakukan negosiasi, mari kita kemudian promosikan, kita jual potensi karbon kita pada acara COP30 di Brasil beberapa bulan ke depan ini,” kata Menteri LH dalam pidato secara daring di Denpasar, Senin (25/8).

Dalam kegiatan Pekan Iklim Bali 2025 itu, Hanif Faisol menjelaskan pada COP30 nanti Indonesia mengambil tema High Integrity Carbon dalam rangka pengurangan emisi gas rumah kaca.

Tema ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menyiapkan diri menjadi negara yang menghadirkan kepatuhan terkait dengan Paris Agreement di dalam pasar karbon.

Oleh karena itu Menteri LH membutuhkan keseriusan pimpinan-pimpinan provinsi untuk menyampaikan potensi-potensinya yang kemudian bisa akselerasi melalui pasar karbon global.

Indonesia sendiri telah mendapat pengakuan pasar karbon dan telah berkembang secara global, sehingga menurut Hanif Faisol semestinya tidak ada lagi kendala-kendala dalam upaya menghadirkan pendanaan yang mencukupi lewat perdagangan karbon internasional.

Apalagi, kesempatan promosi pada COP30 di Brazil ada di depan mata.

“Kami akan mengundang para gubernur untuk mempromosikan potensi-potensi yang bisa kemudian dilakukan perdagangannya, dibangun nilai ekonomi karbonnya tapi dengan satu tujuan yaitu pencapaian emisi nol bersih,” ujar Menteri LH.

Ia menegaskan agar kepala daerah di tingkat provinsi tidak menjadi pencari rente yang hanya ingin mengambil keuntungan dari bantuan pembiayaan global.

Diingatkan bahwa bantuan dari potensi karbon yang ada di Indonesia harus dikembalikan dananya untuk mengembalikan kondisi iklim.

“Ini saya mensinyalir di antara kita masih berlaku sebagai rentseeker-rentseeker yang menggunakan keuntungan-keuntungan pribadi di dalam melihat situasi potensi karbon yang ada di Indonesia,” kata dia.

Di bulan kemerdekaan ini, Menteri Hanif ingin para kepala daerah menunjukkan kepahlawanannya dengan kembali mengingat bahwa tujuan pembangunan nilai ekonomi karbon adalah benar-benar untuk mencapai pengurangan emisi paling tidak dari sisi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.