Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Domba Batur Jadi Primadona Baru di Panggung Dieng Culture Festival 2025, Tradisi Bisa Jadi Motor Ekonomi Kreatif

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Domba Batur Jadi Primadona Baru di Panggung Dieng Culture Festival 2025, Tradisi Bisa Jadi Motor Ekonomi Kreatif Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Festival Domba Batur turut meramaikan pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di Lapangan Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025).

BANJARNEGARA - Domba Batur merupakan salah satu plasma nutfah unggulan asli Indonesia yang berasal dari Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Jenis domba ini memiliki ciri khas tubuh besar, bobot mencapai 100–125 kilogram, serta pertumbuhan relatif cepat. 

Keunggulan tersebut menjadikan Domba Batur tidak hanya bernilai ekonomis tinggi sebagai sumber daging, tetapi juga potensial dikembangkan sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan hewani nasional.

Secara analitis, potensi Domba Batur bisa dilihat dari tiga aspek utama. Pertama, ekonomi lokal: pengembangan Domba Batur dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi peternak, terutama di kawasan pegunungan dengan lahan terbatas, sekaligus memperkuat branding Banjarnegara sebagai sentra ternak unggulan. 

Kedua, ketahanan pangan: dengan populasi dan produktivitas yang terus ditingkatkan, Domba Batur berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor daging merah. 

Ketiga, genetik dan lingkungan: sebagai hasil persilangan alami dengan domba merino dan lokal, Domba Batur terbukti adaptif terhadap iklim dataran tinggi dan memiliki kualitas daging yang baik, sehingga berpeluang dikembangkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.

Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks. Masalah utama adalah skalabilitas produksi, karena populasi Domba Batur masih terbatas dan belum memenuhi standar komersialisasi besar. 

Selain itu, rantai pasok (pakan, kesehatan ternak, hingga distribusi) belum sepenuhnya tertata. 

Dari sisi kebijakan, perlunya dukungan berupa program pembibitan, akses permodalan, dan promosi yang terintegrasi agar Domba Batur tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional maupun ekspor.

Dengan pendekatan yang sistematis, Domba Batur dapat dikembangkan sebagai model ekonomi hijau pedesaan—memadukan peternakan berkelanjutan, penguatan UMKM, hingga pariwisata edukasi berbasis ternak. 

Jika dikelola serius, domba ini bisa menjadi simbol kemandirian pangan sekaligus sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat Banjarnegara dan Indonesia.

Festival Domba Batur turut meramaikan pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 23-24 Agustus, sebagai upaya untuk mempromosikan dan mengembangkan populasi ternak unggul khas daerah tersebut.

Ditemui di lokasi kegiatan, Lapangan Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu (23/8), Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady mengatakan domba Batur telah diakui sebagai plasma nutfah atau spesies asli Banjarnegara sejak 2014 oleh Kementerian Pertanian.

"Domba Batur ini memiliki keunggulan fisik yang signifikan. Bobotnya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat domba lokal biasa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.