Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bamus Betawi Ajak Masyarakat Lestarikan Alat Musik Tradisional

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 19:18 WIB | Oleh:
Bamus Betawi Ajak Masyarakat Lestarikan Alat Musik Tradisional Doc: ANTARA/TikTok/@Suaeb.Mahbub
Ket. Tangkapan layar Sekretaris Lembaga Pariwisata dan Kebudayaan Bamus Betawi Suaeb Mahbub memainkan alat musik gesek tradisional Rebab Betawi di akun media sosialnya di Jakarta, Jumat (22/8).

JAKARTA - Sekretaris Lembaga Pariwisata dan Kebudayaan Bamus Betawi Suaeb Mahbub mengajak masyarakat untuk melestarikan alat musik tradisional Rebab Betawi, salah satunya melalui media sosial.

"Rebab Betawi merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia. Rebab Betawi ini dibuat dengan pisau raut selama 17 hari. Buatnya lama karena minim referensi gambarnya," kata Suaeb di Jakarta, Jumat.

Anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2020-2023 itu juga mengajak para budayawan untuk aktif di media sosial dan dapat menjangkau generasi muda.Apalagi Rebab Betawi merupakan salah satu cikal bakal biola modern.

Generasi muda dapat belajar dan juga mengetahui tentang sejarah dari alat musik tradisional khas Betawi itu. Rebab Betawi dibuat dari kayu jati serta resonansi dari tempurung kelapa yang menghasilkan suara otentik.

"Rebab ini terbuat dari bahan sederhana. Kayu jati digunakan untuk badannya, sementara resonansinya dari tempurung kelapa," kata Suaeb.

Dia berharap melalui media sosial, para budayawan Betawi dapat menjangkau audiens yang lebih luas, melintasi batas geografis dan demografis.

Hal itu dikarenakan rebab tidak hanya hidup di panggung lokal, tetapi juga global. Ia mengisahkan sejarah rebab dimulai dari Timur Tengah sekitar abad 8 Masehi.

"Kala itu namanya rababah, yang menciptakan itu Ar Razi abad 8," kata Suaeb.

Kemudian alat musik itu menyebar ke seluruh dunia hingga ditemukan berbagai variasi transformasinya seperti cello dan biola di Eropa. Termasuk di Indonesia, salah satunya yakni Rebab Betawi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.