Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Lesu, Pasar Saham Indonesia Masih Terikat Irama The Fed

24 Kamis, 21 Agu 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Lesu, Pasar Saham Indonesia Masih Terikat Irama The Fed IHSG Lesu, Pasar Saham Indonesia Masih Terikat Irama The Fed Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Pergerakan harga saham.

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang pidato Ketua The Fed. 

Pelemahan ini bukan sekadar reaksi pasar terhadap sentimen eksternal, tetapi juga sinyal bahwa pasar saham Indonesia masih sangat tergantung pada kebijakan moneter AS.

Setiap kata dari The Fed bisa mengguncang IHSG, menunjukkan kerentanan investor domestik terhadap dinamika global.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan provokatif: apakah fundamental ekonomi Indonesia terlalu lemah untuk menopang pasar saham sendiri, sehingga harus terus menari mengikuti irama Fed?

IHSG yang melemah di tengah “wait and see” bukan sekadar fluktuasi normal, tetapi bisa menjadi alarm dini bahwa pasar modal belum cukup matang dan likuiditas domestik belum memadai untuk menghadapi guncangan global.

Selain itu, pelemahan IHSG berpotensi berdampak domino pada sentimen investor ritel, terutama yang masuk tanpa strategi manajemen risiko yang matang. 

Jika investor panik saat pidato Fed, volatilitas bisa meningkat tajam, mengancam stabilitas pasar modal dan kepercayaan publik. 

Dengan kata lain, IHSG yang menurun hari ini bukan sekadar angka, tetapi cermin rapuhnya ketahanan pasar saham Indonesia di tengah arus global yang tak menentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/8) sore, ditutup melemah 53,10 poin atau 0,67 persen ke posisi 7.890,72 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pidato Ketua The Fed Jerome Powell.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,03 poin atau 0,25 persen ke posisi 828,98.

“Aksi profit taking terhadap beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar membebani IHSG,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar global menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (22/8).

Dari dalam negeri, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia mencapai 3 miliar dolar AS pada kuartal II-2025, dari sebelumnya defisit 228 juta dolar AS pada kuartal I-2025, namun relatif sama dibandingkan dengan kuartal IV-2024.

Data itu menandai defisit neraca transaksi berjalan selama sembilan kuartal berturut-turut dan merupakan defisit terbesar sejak kuartal II-2024, atau setara dengan 0,8 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Bank Indonesia (BI) menargetkan defisit transaksi berjalan sekitar 0,5-1,3 persen PDB pada 2025.

Kemudian, pelaku pasar akan mencermati data jumlah uang beredar M2 di Indonesia periode Juli 2025, yang diperkirakan meningkat 6,7 persen (yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan Juni 2025 yang sebesar 6,5 persen (yoy).

Akselerasi jumlah uang beredar M2 menandakan aktivitas ekonomi dan likuiditas mulai meningkat, disinyalir salah satunya berkat pemangkasan BI Rate serta adanya bantuan sosial dari pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.