Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Distan Mataram Minta Petani Ikut Asuransi Antisipasi Cuaca Ekstrem

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 22:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Distan Mataram Minta Petani Ikut Asuransi Antisipasi Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA 
Ket. Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Irwan Harimansyah.

MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta para petani ikut serta dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.

Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, H Irwan Harimansyah, di Mataram, Kamis (21/8), mengatakan AUTP merupakan asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, atau serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Jika sudah ada asuransi, petani tidak terlalu khawatir ketika terdampak cuaca ekstrem termasuk hidrometeorologi yang bisa menyebabkan gagal panen," katanya.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya 110 hektare sawah petani Kota Mataram yang terendam dan rusak akibat banjir pada 6 Juli 2025, yang hingga saat ini petani masih menunggu adanya bantuan.

Sementara itu, Dinas Pertanian tidak dapat memberikan ganti rugi atas kerusakan yang dialami para petani tersebut sebab Distan tidak memiliki alokasi anggaran untuk penggantian kerugian akibat bencana.

Karena itulah, sejak awal pihaknya melalui penyuluh pertanian selalu menganjurkan para petani mengikuti program asuransi pertanian, guna antisipasi kerugian petani akibat kondisi yang tidak diinginkan.

Akibat banjir yang merendam 110 hektare lahan pertanian tersebut, petani gagal panen sekitar 660 ton gabah kering panen. Jumlah itu, jika diasumsikan rata-rata hasil panen padi petani mencapai 5-6 ton per hektare.

"Kalau lahan petani sudah masuk AUTP maka ketika terjadi gagal panen, petani bisa melakukan klaim sehingga petani tidak rugi. Karena itulah, kami terus edukasi petani agar mau masuk AUTP," katanya.

Data Distan Kota Mataram sebelumnya, menyebutkan, untuk menjadi peserta AUTP petani diberikan berbagai kemudahan pelayanan. Bahkan setiap musim tanam petugas dari Jasindo akan datang ke petani langsung mengurus berbagai persyaratan AUTP.

Dengan demikian, petani tidak perlu datang ke kantor Jasindo, begitu juga ketika ada klaim pembayaran, pihak asuransi akan membantu dan mempermudah para petani.

"AUTP ini sebagai langkah antisipasi. Tapi sayang, banyak petani yang enggan mengikuti program tersebut," katanya.

Untuk alasan sendiri, Irwan, tidak bisa menjawab karena alasan pasti hanya ada dari masing-masing petani.

"Akan tetapi, status petani di Mataram yang hanya petani penggarap bukan pemilik lahan kemungkinan bisa menjadi alasan mereka tidak mau masuk AUTP," katanya.

Data terakhir sampai Juli 2025, jumlah kelompok tani di Kota Mataram sebanyak 73 kelompok dengan luas lahan 1.414,86 hektare. Satu kelompok tani rata-rata memiliki lahan 19,38 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Cegah Vandalisme, Pemkot Yo...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.