Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dishut Kalsel: Festival Pesona Wujudkan Tulang Punggung Ekonomi Hijau

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 21:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dishut Kalsel: Festival Pesona Wujudkan Tulang Punggung Ekonomi Hijau Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Shiddiq (tengah) saat mengunjungi stan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan usai pembukaan kegiatan Festival Perhutanan Sosial Nasional (Pesona) 2025 Kemenhut di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

BANJARMASIN – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan Festival Perhutanan Sosial Nasional (Pesona) 2025 Kementerian Kehutanan di Jakarta yang berlangsung pada 20-22 Agustus 2025, mewujudkan perhutanan sosial sebagai tulang punggung ekonomi hijau berkelanjutan di Indonesia.

“Dishut Kalsel dalam Festival Pesona 2025 juga berkomitmen mendukung perhutanan sosial sebagai tulang punggung ekonomi hijau. Kami berharap melalui ajang ini, semakin banyak produk lokal kehutanan yang dikenal,” kata Kepala Bidang Planologi dan Pengelolaan Hutan Dishut Kalsel Beni Raharjo dalam keterangannya di Banjarmasin, Kamis (21/8).

Ia menuturkan bahwa perhutanan sosial memberi banyak manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi motivasi bersama untuk terus menjaga kelestarian hutan.

Dishut Kalsel menilai Festival Pesona 2025 Kemenhut tersebut, menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus cerminan bangkitnya ekonomi hijau berbasis masyarakat.

“Produk lokal bukan sekadar dagangan, tapi cerita, identitas, dan kekuatan daerah dalam menjaga serta memberdayakan hutan,” tutur Beni.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar Shiddiq mengapresiasi program perhutanan sosial yang terus berlanjut di daerah.

Wamenhut menyebut akses kelola perhutanan sosial hingga kini telah mencapai 8,3 juta hektare, meliputi 11.065 surat keputusan (SK) dengan penerima manfaat sebanyak 1,42 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia.

Menurut dia, capaian tersebut telah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong perhutanan sosial sebagai kebijakan strategis yang bukan sekadar membuka akses kelola hutan secara legal, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dan menurunkan kemiskinan.

“Hal ini membuktikan masyarakat di sekitar hutan bukan lagi dipandang sebagai objek, melainkan subjek utama dalam pengelolaan hutan. Masyarakat bukan hanya sebagai penjaga hutan, melainkan juga pelaku ekonomi hijau yang mampu memanfaatkan potensi hutan secara lestari,” kata Wamenhut.

Setelah membuka acara Festival Pesona 2025, Wamenhut menyempatkan berkunjung ke stan Dinshut Kalsel yang menampilkan produk unggulan kehutanan, mulai dari kopi khas hingga inovasi hasil hutan bukan kayu (HHBK), semua dipamerkan dengan penuh kebanggaan.

Wamenhut  juga sempat berdiskusi dengan Tim Dishut Kalsel membahas tentang upaya memperkuat perhutanan sosial, dan bagaimana hasil hutan bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.