Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Gajah Sumatera Jantan Lahir di Taman Nasional Way Kambas

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Anak Gajah Sumatera Jantan Lahir di Taman Nasional Way Kambas Doc: Jakarta Globe
Ket. Anak gajah jantan yang baru lahir berlindung di bawah kaki induknya, pada 15 Agustus 2025.

JAKARTA - Seekor anak gajah Sumatera jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, pada Jumat lalu. Bayi gajah tersebut lahir dengan kondisi sehat dan berat badan mencapai 67,3 kilogram, dengan proses kelahiran yang berlangsung lancar di bawah pengawasan dokter hewan dan tim TNWK.

Kelahiran bayi gajah ini menjadi kabar menggembirakan karena menambah jumlah populasi gajah jinak di TNWK Lampung Timur. Dengan hadirnya anak gajah ini, populasi gajah jinak di kawasan tersebut kini mencapai 34 ekor.

Bayi gajah jantan ini merupakan anak ketiga dari seekor induk gajah betina bernama Dita yang kini berusia 32 tahun. Sebelumnya, Dita telah melahirkan dua anak gajah betina bernama Queen yang kini berusia 14 tahun dan Desti yang berusia 9 tahun.

Saat ini, Dita dan anaknya masih dalam tahap pemantauan ketat oleh petugas TNWK untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil. Oleh karena itu, induk dan anak gajah tersebut belum dapat diakses atau dilihat langsung oleh masyarakat.

Berdasarkan data resmi dari TNWK, jumlah gajah jinak yang ada saat ini mencapai 62 ekor. Dari jumlah tersebut, 34 ekor berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) dan 28 ekor lainnya berada di Unit Penyelamatan Gajah, sementara populasi gajah liar di kawasan hutan Way Kambas diperkirakan mencapai 160 hingga 180 ekor.

Kepala Balai TNWK Lampung Timur, MHD Zaidi, menyebutkan bahwa kelahiran anak gajah jantan ini merupakan pencapaian penting dalam upaya konservasi satwa langka. Ia menegaskan bahwa kelahiran tersebut membawa harapan baru bagi kelangsungan hidup gajah Sumatera yang termasuk spesies terancam punah.

"Kami berharap anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi bagian penting dari populasi gajah Sumatera di masa mendatang," kata Zaidi pada Rabu.

Zaidi juga menjelaskan bahwa TNWK dengan luas wilayah lebih dari 125.000 hektare bukan hanya menjadi habitat bagi gajah Sumatera. Kawasan konservasi ini juga menjadi rumah bagi satwa langka lainnya seperti harimau Sumatera, badak Sumatera, serta berbagai jenis burung langka yang dilindungi.

Menurutnya, kelahiran anak gajah Sumatera ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Ia menambahkan bahwa keberhasilan konservasi satwa di TNWK tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat yang peduli pada keberlanjutan lingkungan.

Kehadiran bayi gajah jantan ini bukan hanya menambah populasi gajah jinak di TNWK, tetapi juga memberikan semangat baru dalam upaya melindungi satwa liar. Dengan bertambahnya populasi, diharapkan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan Way Kambas dapat terus terjaga.

Selain itu, kelahiran anak gajah ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi TNWK sebagai salah satu pusat konservasi terbesar di Indonesia. Kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi benteng terakhir bagi pelestarian gajah Sumatera yang populasinya terus menurun akibat perburuan liar dan penyusutan habitat.

Upaya konservasi yang dilakukan TNWK diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian satwa di wilayah lain. Kelahiran anak gajah ini menegaskan bahwa dengan kerja keras dan keseriusan dalam menjaga lingkungan, masa depan satwa langka masih dapat diselamatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.