Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Penerimaan Pajak Rp 2.357,7 Triliun pada 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Perketat Pengawasan

📅 Senin, 18 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Target Penerimaan Pajak Rp 2.357,7 Triliun pada 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Perketat Pengawasan Doc: Jakarta Globe

JAKARTA - Rencana ambisius Indonesia untuk meningkatkan penerimaan pajak hingga Rp 2.357,7 triliun atau setara dengan 145,6 miliar dolar AS pada 2026 diperkirakan akan memaksa pemerintah mengambil langkah lebih tegas dalam penagihan pajak. Para analis menilai masih banyak kelemahan struktural dan tingkat kepatuhan yang rendah sehingga membebani sistem perpajakan.

Target tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 13,5 persen dari penerimaan pajak tahun ini. Angka itu sejalan dengan proyeksi kenaikan belanja negara sebesar 7,3 persen menjadi Rp 3.768,5 triliun atau sekitar 232,8 miliar dolar AS, sementara defisit anggaran diperkirakan menyusut ke level 2,48 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa pemerintah akan mengintensifkan upaya penagihan pajak tahun depan. Dalam lima tahun terakhir, kontribusi pajak terhadap penerimaan negara naik dari 77 persen menjadi 86 persen,” ujar Deni Friawan, peneliti senior di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dalam sebuah paparan di Jakarta, Senin.

Namun, basis pajak Indonesia masih dinilai dangkal. Dari 145 juta penduduk usia kerja, hanya sekitar 17 juta orang yang secara konsisten melaporkan atau membayar pajak. Potensi besar di sektor informal dan ekonomi bawah tanah belum tergarap optimal, sementara ketergantungan pada harga komoditas global membuat keuangan negara rentan terhadap guncangan eksternal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah tidak akan mengambil langkah drastis dalam meningkatkan penerimaan pajak. Ia menekankan bahwa reformasi, pengawasan kepatuhan yang lebih ketat, serta pemanfaatan teknologi digital akan menjadi tulang punggung strategi pemerintah.

Langkah yang direncanakan antara lain memperkuat sistem administrasi core tax, memperluas pertukaran data antarinstansi pemerintah, mengenakan pajak pada transaksi digital, serta menggencarkan kerja sama dalam audit dan penegakan hukum.

“Integrasi data dan sistem inti perpajakan baru akan didorong lebih keras. Kita masih memiliki ruang untuk meningkatkan penerimaan tanpa menciptakan pajak baru,” kata Sri Mulyani.

Meski begitu, sejumlah analis memperingatkan bahwa tanpa perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan, target ambisius pemerintah berisiko menambah beban pada wajib pajak yang selama ini sudah patuh. Hal ini dinilai dapat memunculkan ketegangan baru antara kebijakan fiskal pemerintah dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.