Legislator Nilai APBN 2026 Realistis, Namun Transisi Energi Harus Dipercepat
Minggu, 17 Agu 2025, 22:49 WIBJAKARTA â Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto cukup realistis, meski membutuhkan kerja keras untuk mencapainya. APBN 2026 diproyeksikan mencapai Rp3.700 triliun, dengan belanja negara Rp3.100 triliun dan defisit 2,48 persen.
Menurut Sugeng, asumsi makro yang digunakan pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel, dan lifting minyak 610 ribu barel per hari, berada dalam koridor wajar di tengah kelesuan ekonomi global. âDengan kondisi ini, target pertumbuhan memerlukan kerja keras, terutama pada sisi konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta dorongan ekspor dan investasi,â ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (17/8).
Sugeng menyoroti sektor energi yang menjadi fokus Presiden. Ia menyambut baik komitmen percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) 100 persen dalam 10 tahun, dengan memanfaatkan potensi tenaga surya, angin, dan panas bumi. Namun, ia menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan regulasi, termasuk percepatan pengesahan UU Energi Baru dan Terbarukan untuk memberikan kepastian hukum dan usaha.
Di sisi lain, ia mengingatkan adanya tantangan teknis pada produksi minyak nasional yang masih bergantung pada dua blok utama, yakni Blok Cepu Banyu Urip dan Blok Rokan. Rencana shutdown untuk overhaul di Blok Cepu pada September diperkirakan menahan produksi di kisaran 600 ribu barel per hari. âIni tantangan bagi pembantu presiden untuk merealisasikan visi di sektor energi,â katanya.
Sugeng juga menyoroti kebutuhan investasi besar untuk mendorong pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029. Target akumulasi investasi hingga 2029 sebesar Rp13.700 triliun menuntut realisasi investasi tahunan lebih dari Rp2.000 triliun. âInvestasi harus berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja, baik dari investasi asing langsung maupun domestik,â tegasnya.
Menyinggung kontribusi BUMN, Sugeng mengungkapkan bahwa laba BUMN yang sebelumnya masuk ke APBN kini dialihkan menjadi dana investasi antara, dengan nilai sekitar Rp80 triliun. Ia mendorong dana ini dimanfaatkan untuk proyek strategis seperti kompleks industri petrokimia, yang memiliki efek ganda terhadap perekonomian. âDengan aset BUMN yang mencapai 1 triliun dolar AS, modal ini bisa mengundang investor untuk proyek jangka menengah dan panjang,â pungkasnya.
- transisi energi
- DPR RI
- RAPBN 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pemkab Banyuwangi Mulai Serah Terima Lapak Pasar Induk ke 560 Pedagang
-
Okupansi Hotel Anjlok Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkab Serang Siapkan Festival untuk Bangkitkan Wisata
-
Aksi Hari Tani Nasional di DPR, Massa Bawa Sayur dan Hasil Kebun
-
Pencarian Korban Galodo Solok, KTP hingga Motor Agus Rial Ditemukan
-
Bukan Gantikan Manusia, Wisnu Dharmawan Ungkap Peran AI Jobstreet Bantu HR Lebih Fokus
-
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit
-
Sentimen Global Masih Dominan - 24 September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.