Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peringatan Tajam Puan Maharani: Tanpa Revolusi Pola Pikir, Indonesia Emas 2045 Hanya Jadi Mimpi di Padang Pasir

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 12:50 WIB | Oleh:
Peringatan Tajam Puan Maharani: Tanpa Revolusi Pola Pikir, Indonesia Emas 2045 Hanya Jadi Mimpi di Padang Pasir Doc: YouTube Sekretariat Presiden
Ket. Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan pidato saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD 2025

JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, melontarkan peringatan tegas yang langsung menggelitik kesadaran publik, jika Indonesia masih terjebak dengan pola pikir dan sistem kerja lama, maka mimpi besar Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi fatamorgana yang tak pernah bisa digapai.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). 

Puan menegaskan, 2045 bukan sekadar angka atau perayaan 100 tahun kemerdekaan, melainkan momen penentu arah bangsa menuju puncak kejayaan.

Berdasarkan proyeksi, pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 324 juta jiwa, menjadikan negeri ini sebagai negara berpenduduk terbesar keenam di dunia. 

Lebih dari 70 persen di antaranya berada pada usia produktif, sebuah bonus demografi yang luar biasa, asalkan dikelola dengan cerdas.

“Kita punya waktu 20 tahun untuk mempersiapkan itu semua. Melihat perjalanan sejak 2005 hingga 2025, memang ada kemajuan signifikan. Tapi jangan lupa, masih banyak pekerjaan rumah besar yang belum selesai,” ujar Puan.

Ia menyoroti pilar-pilar kemandirian nasional yang masih rapuh, ketahanan pangan belum kokoh, kemandirian energi belum sepenuhnya tercapai, dan manufaktur strategis belum menjadi kekuatan penuh. Layanan dasar publik pun dinilai masih jauh dari kata memuaskan.

Tak berhenti di situ, Puan menilai demokrasi Indonesia butuh transformasi mendalam, mulai dari pembenahan sistem partai, penyelenggaraan pemilu, hingga pemberantasan korupsi yang masih menjadi penyakit kronis.

Menurut Puan, 20 tahun bukanlah waktu panjang untuk membangun negara sebesar dan serumit Indonesia. Karena itu, perubahan pola pikir dan sistem kerja harus dilakukan segera dan secara total.

“Kalau kita masih bertahan dengan cara lama, maka Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi mimpi yang tak pernah terwujud,” tegasnya.

Meski begitu, Puan menyebut masih ada peluang besar untuk melakukan langkah-langkah strategis. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah bekerja keras menata pembangunan nasional agar tetap berada di jalur menuju cita-cita itu.

Sebagai mitra konstitusional, DPR RI berkomitmen untuk mengawal jalannya pemerintahan agar target Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi slogan politik, tapi menjadi kenyataan yang membanggakan rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Blok M Hub Ditata, Pramono ...
Advertisement
Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.