- Home
-
- Luar Negeri
-
- Militer Tiongkok Usir Kapa...
Militer Tiongkok Usir Kapal Perusak AS di Laut Cina Selatan
Kamis, 14 Agu 2025, 19:30 WIBJAKARTA â Militer Cina menyatakan telah mengusir kapal perusak Amerika Serikat dari perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan dalam sebuah pertemuan yang jarang terjadi antara dua kekuatan militer terbesar dunia. Kapal perusak USS Higgins dan kapal perang yang lebih kecil, USS Cincinnati, dikerahkan oleh Angkatan Laut AS di dekat Scarborough Shoal menyusul insiden tabrakan antara dua kapal Cina saat menghalau kapal Filipina dari atol yang diperebutkan.
Operasi militer AS ini menjadi yang pertama dilakukan di dekat atol lepas pantai Filipina barat laut dalam setidaknya enam tahun terakhir. Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Cina mengklaim telah mengorganisir pasukan untuk melacak, memantau, memberikan peringatan, dan mengusir kapal perang AS yang disebut memasuki perairan dekat Huangyan Dao tanpa izin pemerintah Cina.
âTindakan AS tersebut secara serius melanggar kedaulatan dan keamanan Tiongkok, serta sangat merusak perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan,â ujar juru bicara militer Cina.
Pernyataan ini menegaskan sikap Beijing yang selama ini mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan sebagai bagian dari kedaulatannya.
Armada Ketujuh Angkatan Laut AS membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa pernyataan Cina tentang misi tersebut tidak benar. Mereka menegaskan bahwa kapal perusak AS sedang melaksanakan operasi untuk menegakkan hak dan kebebasan navigasi sesuai hukum internasional di sekitar wilayah tersebut.
Selama bertahun-tahun, Angkatan Laut AS rutin melakukan pelayaran dan penerbangan di Laut Cina Selatan untuk menentang kebijakan Cina yang mewajibkan pemberitahuan masuk ke hampir seluruh perairan yang disengketakan. Kebijakan tersebut sering kali menjadi sumber ketegangan antara Beijing dan negara-negara tetangganya, termasuk Filipina.
Langkah militer AS ini memicu reaksi keras dari Cina, yang kerap terlibat konfrontasi langsung dengan kapal dan pesawat militer AS di wilayah udara serta perairan internasional. Klaim Cina di Laut Cina Selatan juga tumpang tindih dengan wilayah Brunei, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, sehingga memunculkan banyak sengketa.
Scarborough Shoal, yang dikenal sebagai Bajo de Masinloc di Filipina dan Huangyan Dao di Cina, telah menjadi titik panas konflik antara kedua negara selama bertahun-tahun. Kehadiran kapal perang AS kali ini dilakukan setelah Filipina merilis video yang menunjukkan kapal Cina mengejar dan menembakkan meriam air ke kapal Filipina sebelum menabrak kapal Cina yang lebih besar akibat manuver mendadak.
Cina mengakui adanya konfrontasi dengan Filipina, namun menuduh Manila secara paksa memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai perairannya. Meski demikian, Beijing tidak menyebutkan insiden tabrakan tersebut dalam pernyataannya.
Komodor Jay Tarriela, juru bicara penjaga pantai Filipina, mengatakan bahwa kapal penjaga pantai Cina melakukan manuver berbahaya yang menyebabkan kerusakan parah pada dek depan kapal perang Tiongkok hingga membuatnya tidak layak berlayar. Pernyataan ini semakin menambah ketegangan diplomatik di kawasan.
Amerika Serikat bersama Jepang, Australia, dan Selandia Baru pada Rabu (13/8) menyatakan keprihatinan atas insiden yang melibatkan kapal perang AS dan Cina tersebut. Mereka menilai situasi ini dapat meningkatkan risiko konflik di jalur perdagangan laut yang vital bagi perekonomian global.
Insiden ini menjadi yang pertama sejak 2022 ketika kapal perang Cina berhadapan langsung dengan kapal perusak Amerika USS Benfold di dekat Kepulauan Paracel. Peristiwa terbaru ini menandakan meningkatnya intensitas konfrontasi di Laut Cina Selatan, yang selama ini menjadi pusat perebutan pengaruh militer dan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
AS Membentuk Komando Pasukan Khusus Penjaga Pantai untuk Mendukung Kebutuhan Penyitaan Kapal Musuh
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.