Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Optimalkan Program SPALD-S Guna Tekan Stunting

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Bekasi Optimalkan Program SPALD-S Guna Tekan Stunting Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir.

Kabupaten Bekasi -- Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengoptimalkan pembangunan Program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) sebagai wujud kontribusi menekan angka prevalensi stunting di wilayah itu.

"Program ini fokus pada pembangunan fasilitas sanitasi, seperti jamban atau WC, di rumah-rumah warga prasejahtera guna meningkatkan kebersihan lingkungan," kata Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir di Cikarang, Kamis.

Pembangunan jamban sehat rumah tangga ini, kata dia, diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi melakukan praktik Buang Air Besar (BAB) sembarangan, terutama di kawasan bantaran sungai.

"Dengan membangun jamban atau WC ini, sanitasi lingkungan rumah menjadi lebih baik. Masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan dan terhindar dari lingkungan yang tidak sehat," katanya.

Ia menyebutkan pembangunan SPALD-S pada tahun ini diperuntukkan bagi 1.652 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 18 wilayah kecamatan dengan rincian alokasi pembiayaan sebanyak 782 unit bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi dan 870 unit bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

Saat ini seluruh pengerjaan SPALD-S yang bersumber dari APBD sudah tuntas terbangun, sementara dari alokasi pendanaan pusat masih berlangsung dengan target rampung pada November-Desember 2025.

Chaidir melanjutkan jumlah kebutuhan pembangunan jamban sehat ini telah disesuaikan dengan data hasil surveilans dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi agar intervensi penanganan kasus tumbuh kembang anak atau stunting itu tepat sasaran.

Ia mengatakan perilaku BAB sembarangan oleh warga, terutama di kawasan bantaran sungai, kini telah menurun drastis seiring masif pembangunan SPALD-S, menandakan masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Sekarang orang sudah malu buang air sembarangan di jamban terbuka. Sudah mulai sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan," ucapnya.

Menurutnya, penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Bekasi berkat kolaborasi lintas sektoral melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, instansi vertikal, swasta hingga masyarakat.

Pemerintah daerah setempat menargetkan angka prevalensi stunting berada di bawah 10 persen pada tahun ini setelah sukses mencatat penurunan kasus dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,4 persen hingga penghujung tahun 2024.

"Kalau tidak melalui kolaborasi, tentu hasilnya tidak akan signifikan seperti ini. Kami dengan Program SPALD-S, begitu pula dinas-dinas lain lewat program unggulan masing-masing, termasuk peran swasta melalui CSR serta masyarakat itu sendiri," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.