Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Kekeringan di Musim Kemarau, Sembilan Daerah di NTB Darurat Kekeringan

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 16:43 WIB | Oleh:
Waspadai Kekeringan di Musim Kemarau, Sembilan Daerah di NTB Darurat Kekeringan Doc: antara foto
Ket. Kekeringan landa NTB di musim kemarau ini.

MATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan sembilan kabupaten/kota di wilayah setempat sudah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan akibat dampak musim kemarau.

"Kabupaten kota ini melalui bupati dan wali kota masing-masing sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) siaga darurat kekeringan. Kalau sudah mencapai puncak musim kemarau akan ada SK darurat kekeringan," kata Kepala BPBD NTB, Ahmadi dihubungi melalui telepon di Mataram, Rabu (13/8).

Ia mengakui sembilan kabupaten/kota minus Kota Mataram yang dilanda kekeringan ini merupakan daerah langganan bencana kekeringan ketika musim kemarau tiba.

"Jadikarena kondisi wilayah, ada beberapa tempat yang terdampak dan tidak terdampak. Terdampak itu, artinya beberapa kawasan itu mengalami kekurangan pasokan air. Ada kekurangan air untuk irigasi dan ada kekurangan untuk air bersih," ujarnya.

Ahmadi menjelaskan akibat kondisi kekurangan air ini, pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan pendistribusian air bersih di kawasan-kawasan yang terdampak. Namun, berapa jumlah wilayah yang terdampak ini, pihaknya masih melakukan pendataan.

"Kalau jumlah yang terdampak ini kita masih data ya, tapi biasanya daerah yang terdampak ini berada di wilayah selatan dan merupakan daerah langganan kekeringan. Karena ini tidak bisa ditangani kabupaten/kota sendirian, maka yang terlibat membantu itu multi sektor, termasuk provinsi," terang Ahmadi.

Menurut Ahmadi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kekeringan yang melanda wilayah NTB terjadi dari Agustus hingga puncaknya pada September 2025.

"Saat ini kita sudah memasuki pertengahan musim kemarau dan puncak-puncak terjadi di bulan September nanti," katanya.

Lebih lanjut Ahmadi, menambahkan untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi setiap tahun ini dibutuhkan upaya permanen oleh pemerintah kabupaten/kota, terutamanya untuk penanganan air permukaan dan air bersih. Misalnya dengan menambah jaringan pipa air minum ke wilayah rawan-rawan kekeringan.

"Kalau kami di BPBD ini kan sifatnya pemadam kebakaran saja, ketika mereka (pemda) sudah tidak berbuat, ya kami yang maju untuk menangani," tegas dia.

Ahmadi berharap, jika pemda memiliki anggaran lebih, perlu segera dilakukan penambahan jaringan perpipaan air minum. Pasalnya, saat musim kemarau panjang, fasilitas tersebut sudah berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Kami harapkan percepatan penanganan permanen," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak lima kabupaten di NTB saat ini memasuki status siaga kekeringan akibat dampak musim kemarau.

"Seluruh wilayah NTB sudah berada pada periode musim kemarau. Masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi kekeringan dan bencana kebakaran hutan dan lahan," kata prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Afriyas Ulfah dalam laporan yang dikutip di Mataram, Senin (4/8).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.