Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harimau Sumatera Masuk Perangkap di Pelalawan, Diduga Pelaku Serangan Maut Terhadap Pekerja

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harimau Sumatera Masuk Perangkap di Pelalawan, Diduga Pelaku Serangan Maut Terhadap Pekerja Doc: Antara Foto
Ket. BB KSDA Riau dan perangkat lainnya saat mendatangi lokasi kandang perangkap yang telah dimasuki harimau

Seekor harimau sumatera yang diduga sebabkan seorang pekerja tewas di salah satu areal konsesi perusahaan Kabupaten Pelalawan masuk ke kandang perangkap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Kepala BBKSDA Riau Supartono di Pekanbaru Rabu menjelaskan, harimau yang tergolong masih usia remaja itu sebelumnya terekam kamera pengintai yang dipasang tim lapangan, setelah adanya laporan serangan terhadap seorang pekerja. Selanjutnya dipasang kandang perangkap pada Senin (11/8).

“Setelah kamera memotret seekor harimau remaja, kami segera memasang "box trap" -kandang perangkap- pada 11 Agustus sore, satwa tersebut masuk perangkap sekitar pukul 16.00 WIB,” katanya.

Harimau yang diperkirakan masih berusia sekitar lima tahun itu langsung diperiksa awal di lokasi. Selanjutnya, petugas mengambil sampel darah, feses, dan ludah untuk diuji di laboratorium di Dharmasraya, Sumatera Barat.

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat DNA manusia pada tubuh atau kotoran harimau, yang dapat menguatkan dugaan keterkaitan dengan kasus serangan terhadap pekerja,” ungkap Supartono.

Sebelumnya, seorang pekerja perusahaan mengalami luka serius akibat serangan harimau. Korban menderita luka garukan di kepala dan patah tulang di lengan kiri.

“Info terakhir korban meninggal,” kata Supartono.

Saat ini, lanjutnya harimau tersebut dititipkan sementara di pusat penyelamatan satwa sambil menunggu hasil uji laboratorium. BBKSDA Riau juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pusat rehabilitasi harimau sumatera, untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Keselamatan masyarakat dan kelestarian harimau sumatera sama-sama penting. Kami akan mengambil keputusan terbaik berdasarkan hasil pemeriksaan dan kajian para ahli,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.