Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Belitung Timur Adakan Turnamen Kasti Sebagai Upaya Lestarikan Olahraga Tradisional

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 20:18 WIB | Oleh:
Pemkab Belitung Timur Adakan Turnamen Kasti Sebagai Upaya Lestarikan Olahraga Tradisional Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Pemkab Belitung Timur menggelar turnamen kasti, bagian dari upaya pelestarian olahraga tradisional, Selasa (12/8).

MANGGAR, BABEL - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar turnamen kasti sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat perdesaan.

“Kasti adalah simbol nostalgia masa kecil di kampung, sekaligus identitas kolektif yang membedakan masyarakat desa dari kehidupan urban yang serba modern,” kata Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar saat membuka Kejuaraan Kasti tingkat SMA dan umum/klub di Kecamatan Gantung dan Kecamatan Simpang Renggiang, Selasa (12/8).

Kejuaraan yang diikuti 15 tim itu, menurut dia, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kearifan lokal.

“Pelestarian kasti berarti menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat pedesaan. Selain menyehatkan, olahraga ini juga menjadi media interaksi sosial dan menghubungkan generasi muda dengan budaya daerah,” ujarnya.

Khairil menambahkan, permainan kasti sarat dengan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kejujuran. Permainan beregu yang menggunakan bola kecil dan pemukul kayu itu dimainkan secara bergantian antara tim pemukul dan penjaga.

“Olahraga tradisional ini juga mengandung nilai perjuangan yang diwariskan para pejuang kemerdekaan,” katanya.

Di desa, kasti menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang menonton dan memberi semangat.

Permainan ini diwariskan secara turun-temurun melalui praktik langsung tanpa modul atau pelatihan resmi, mencerminkan pendidikan nonformal dalam kearifan lokal.

Turnamen kasti kerap digelar bertepatan dengan hajatan desa, perayaan kemerdekaan, atau acara adat.

“Selain sebagai olahraga, kegiatan ini juga menjadi momen berkumpulnya warga, tempat berjualan kuliner lokal, sekaligus ajang silaturahim,” kata Khairil. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.