Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Tenggat Tarif, Trump Minta Tiongkok Borong Kedelai AS

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Jelang Tenggat Tarif, Trump Minta Tiongkok Borong Kedelai AS Doc: Bay ISMOYO/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (10/8), mendesak Tiongkok untuk melipatgandakan empat kali lipat pembelian kedelainya, menjelang tenggat waktu gencatan senjata tarif yang penting. Pernyataan ini sontak membuat harga kedelai Chicago naik, meskipun para analis dengan cepat meragukan kelayakan kesepakatan tersebut.

Dalam unggahan larut malam di Truth Social, Trump mengatakan Tiongkok khawatir tentang kekurangan kedelai dan ia berharap Tiongkok akan segera melipatgandakan pesanan kedelainya dari AS.

"Layanan cepat akan diberikan. Terima kasih, Presiden Xi," tulis Trump dalam unggahannya. Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak 2,38% menjadi 10,11 dollar AS per bushel pada 11 Agustus setelah unggahan Trump. Sebelumnya, kontrak tersebut stabil.

Dikutip dari The Straits Times, Senin (11/8), Tiongkok, pembeli kedelai terbesar di dunia, mengimpor sekitar 105 juta ton pada tahun 2024. Kurang dari seperempatnya berasal dari AS, dan sebagian besar sisanya dari Brasil. Jika pembelian dilipatgandakan empat kali lipat, Tiongkok akan diharuskan mengimpor sebagian besar kedelainya dari AS.

"Sangat tidak mungkin Tiongkok akan membeli empat kali lipat volume kedelai biasanya dari AS," kata Mr. Johnny Xiang, pendiri AgRadar Consulting yang berbasis di Beijing. Gencatan senjata tarif antara Beijing dan Washington akan berakhir pada 12 Agustus, tetapi pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa tenggat waktu tersebut dapat diperpanjang. Tidak jelas apakah kesepakatan Tiongkok untuk membeli lebih banyak kedelai AS menjadi syarat untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut, seiring upaya Mr. Trump untuk mengurangi surplus perdagangan Tiongkok dengan AS.

Gencatan tarif antara Beijing dan Washington sendiri akan berakhir pada Selasa (12/8). Namun demikian, pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa batas waktu tersebut mungkin diperpanjang. Hal ini terlihat dari tuntutan secara mendadak dari Trump yang diduga merupakan strategi guna memperpanjang masa gencatan tarif dengan Tiongkok.

Meskipun permintaan ini disambut positif oleh pasar komoditas, sejumlah analis perdagangan meragukan kelayakannya. Mereka menilai sangat tidak mungkin bagi Tiongkok untuk melipatgandakan pembeliannya dalam waktu singkat, mengingat kompleksitas rantai pasokan global dan hubungan dagang yang sudah terjalin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.