Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasang Laut Ancam Pesisir Labuan Bajo, BMKG: Waspada Rob & Gelombang Tinggi Akibat Bulan Purnama!

📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:10 WIB | Oleh:
Pasang Laut Ancam Pesisir Labuan Bajo, BMKG: Waspada Rob & Gelombang Tinggi Akibat Bulan Purnama! Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Suasana perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga pesisir Manggarai Barat, NTT, waspada pasang laut akibat fenomena bulan purnama yang dapat memicu rob dan gelombang tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pesisir di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang laut yang dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, pemukiman dekat pantai, dan membahayakan anak-anak.

"Untuk di wilayah Labuan Bajo diprakirakan tidak sampai banjir pesisir atau Rob," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/8).

Ia menjelaskan pasang laut yang diprakirakan terjadi di wilayah pesisir dan kepulauan di Manggarai Barat dipengaruhi oleh fenomena astronomi yaitu fenomena bulan purnama.

"Ketika pasang maksimum, beberapa daerah pesisir yang bentuk pantainya lebih landai kenaikan muka air laut yang sebenarnya cuma beberapa puluh centimeter bisa membuat air laut masuk lebih jauh ke daratan," katanya.

Ia mencontohkan pasang laut sangat dirasakan oleh pemukiman yang berada di dekat pantai seperti di wilayah Warloka Pesisir di Kecamatan Komodo.

"Perairan selatan tinggi gelombang masuk kategori tidak aman, angin cukup kencang, jadi selain faktor cuaca, jika bentuk pantai mendukung bisa terjadi genangan," katanya.

Sementara itu, peringatan dini banjir pesisir yang telah dikeluarkan BMKG berlaku untuk wilayah luas seperti pesisir Flores.

"Tapi, dampaknya tidak akan sama di semua titik, ada daerah pesisir yang mungkin merasakan genangan signifikan, ada juga yang nyaris tidak terlalu terdampak," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan wilayah pesisir yang relatif datar dinilai rentan terhadap pasang laut maupun banjir pesisir. Faktor lainnya yang memicu pasang laut dan banjir pesisir yakni jika terjadi hujan deras dan angin kencang.

"Pengaruh ombak besar bisa mendorong air lebih jauh, dan angin dari arah laut memperkuat dorongan air ke darat dan kalau semua faktor ini terjadi bersamaan dengan fase purnama atau fenomena astronomi maka gaya tarik gravitasi bulan dan matahari makin kuat, pasang menjadi lebih tinggi dari biasanya, dan risiko banjir rob meningkat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.