Catat! Telur Ayam Lebih Efektif Atasi Stunting Dibanding Ikan dan Daging

Senin, 11 Agu 2025, 14:58 WIB

JAKARTA-Dibandingkan daging dan ikan, telur ayam lebih direkomendasikan sebagai menu utama dalam pemberian bantuan kepada keluarga risiko stunting karena lebih praktis dan efektif. Telur tidak cepat busuk dibanding ikan dan daging, lebih murah, mudah didapatkan, juga tingkat penolakan anak untuk mengkonsumsi yang kecil. 

Selain kekurangan protein, kekurangan zat besi juga menyebabkan stunting. Kekurangan zat besi menghambat pembentukan hemoglobin (protein penyusun sel darah merah), mengakibatkan anemia yang meningkatkan risiko stunting. 

Ket. Foto: Budidaya ayam petelur tanpa kandang — Sumber: istimewa

Sama seperti protein hewani, zat besi terbukti lebih efektif dan cepat memperbaiki gangguan pertumbuhan dibanding protein yang berasal dari tumbuhan. Maka, zat besi yang berasal dari hewan (disebut zat besi heme) juga terbukti lebih cepat diserap tubuh untuk pembentukan hemoglobin. 

Kini, ada jenis telur ayam khusus yang kandungan protein dan zat besinya lebih cepat diserap tubuh sehingga diyakini lebih efektif mencegah stunting dan memperbaiki status gizi anak. Telur tersebut dikenal dengan nama telur fungsional yang dihasilkan oleh ayam bahagia.

Disebut telur fungsional karena zat besi heme yang dikandungnya lebih mudah diserap dari telur ayam biasa dan zat besi yang berasal dari tanaman. Sekitar 15–35% zat besi heme dari telur fungsioanal yang dikonsumsi akan langsung diserap dan dimanfaatkan dalam metabolisme tubuh. 

Sedangkan pada zat besi nonheme (yang berasal dari tumbuhan/sayuran) penyerapannya lebih rendah, hanya sekitar 2–20% saja sedangkan sisanya terbuang.

Hal tersebut dipaparkan Ns. Muflih, Spesialis Keperawatan Komunitas dari Universitas Respati Yogyakarta, beberapa hari lalu, di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Pemda DI Yogyakarta, pada kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Pengasuhan Seribu Hari Pertama Kehidupan (100 HPK) Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Hasil penelitian Muflih menunjukkan bahwa konsumsi 1 butir telur fungsional setiap hari selama 42 hari memberikan peningkatan signifikan kadar hemoglobin sebesar 2,8 g/dL dibandingkan kelompok kontrol (0,7 g/dL), serta berdampak pada peningkatan tinggi badan anak.

“Telur fungsional mengandung zat besi heme yang mudah diserap tubuh. Temuan kami menegaskan bahwa intervensi sederhana dan terjangkau seperti ini dapat membantu mempercepat penurunan anemia dan stunting pada anak,” ujar Muflih saat menjelaskan efektivitas telur fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada anak balita anemia.

Kandang Bebas Sangkar

Telur ayam fungsional dihasilkan dari ayam bahagia, yaitu ayam yang diberikan fasilitas kandang bebas sangkar. Ayam tidak lagi dikurung dalam kandang sempit sehingga bebas bergerak dan berperilaku seperti naluri alamiah ayam, misalnya mengais-ngais mencari makan, bergerak bebas, bertengger. Ayam menjadi bebas stres dan “bahagia”. 

Pakan nabati yang diberikan dibuat dengan teknologi khusus yang bebas bahan kimia serta antibiotik. Dengan pakan dan perlakuan khusus tersebut ayam akan menghasilkan telur dan daging berkualitas tinggi sebagaimana diuraikan di atas.

Penelitan tentang Telur Ayam Bahagia di Indonesia dirintis oleh Professor Ali Agus, Guru Besar Ilmu Peternakan UGM sejak 2018. Ali Agus mengembangkan konsep telur fungsional dari ayam yang dipelihara dengan prinsip animal welfare, yaitu ayam bahagia—dilepasliarkan (cage-free/free-range), tanpa antibiotik, dan dengan pakan khusus untuk meningkatkan nilai gizi telur. Penelitan Ali Agus merupakan respon terhadap pelarangan penggunaan antibiotic growth promoter (AGP) di Indonesia.

Selain Muflih, Dr. Delima Citra Dewi Gunawan memaparkan urgensi mencegah transisi dari wasting ke stunting di usia 6–24 bulan sebagai fase kritis tumbuh kembang anak. 

Sementara Rahayu Widaryanti, membahas hambatan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di daerah pedesaan yang mencakup faktor ekonomi, sosial-budaya, hingga rendahnya pengetahuan keluarga terkait pemberian makan yang tepat.

 Kebijakan Berbasis Bukti

Rektor Universitas Respati Yogyakarta, Prof. dr. Hari Kusnanto dalam sesi diskusi menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan berbasis bukti. 

“Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan data, tetapi juga arah strategis dalam membangun kualitas pengasuhan yang berdampak jangka panjang terhadap pembangunan SDM,” ujarnya.

Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan ini. Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Iqbal Apriansyah, menyampaikan harapannya agar program pengasuhan 1000 HPK diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Sehingga mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang dimulai sejak terjadinya pembuahan sampai anak berusia 24 bulan merupakan periode krusial yang menentukan masa depan anak. Kualitas pengasuhan pada periode ini berperan penting dalam mencegah stunting, sebuah kondisi yang berdampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan anak.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.