Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bongkar Jembatan Pertokoan Tunjungan, Pemkot Surabaya akan Bangun JPO yang Kekinian

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 16:19 WIB | Oleh:
Bongkar Jembatan Pertokoan Tunjungan, Pemkot Surabaya akan Bangun JPO yang Kekinian Doc: Istimewa
Ket. Bekas lokasi jembatan Tunjungan sisi bekas bioskop Aurora. Pemkot Surabaya menargetkan JPO pengganti selesai pada Desember 2025 sehingga bisa digunakan masyarakat pada awal tahun 2026.

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya baru-baru ini telah membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, JPO yang sudah lama berdiri itu akan diganti dengan jembatan baru yang lebih modern, terbuka, dan terintegrasi dengan pemandangan sekitar.Menurut Eri, pembongkaran  dilakukan karena JPO dinilai sudah tidak layak dan tidak terhubung secara optimal dengan bangunan serta jalan di sekitar Jalan Tunjungan."Kekuatannya sudah kita lakukan perhitungan, maka jembatan itu harus terkoneksi dan mencerminkan kondisi Jalan Tunjungan saat ini. Istilahnya terkoneksi dengan pemandangan sekitar,” jelas Wali Kota Eri di halaman Balai Kota, Minggu (10/8).Eri menerangkan, jembatan pengganti tidak akan berbentuk jembatan tertutup seperti sebelumnya, melainkan akan dirancang dengan konsep terbuka. Konsep ini bertujuan agar jembatan bisa menjadi tempat bagi warga untuk menikmati dan mengambil foto pemandangan Jalan Tunjungan dari area yang lebih tinggi.“Nanti tetap jembatan bentuknya, tapi lebih terbuka jadi bisa digunakan masyarakat untuk foto dengan view dari ketinggian,” tambah Wali Kota Eri.Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan baru ini akan dilakukan secepatnya, dan pendanaannya sebagian besar akan berasal dari pihak swasta atau investor, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)."Untuk pembangunanya tidak banyak menggunakan APBD. Kita akan gandeng investor dan tenaga ahli dalam merancang jembatan itu,” terangnya.Wali Kota Eri menambahkan, pembangunan JPO baru Siola sejalan dengan strategi Pemkot Surabaya dalam penataan kawasan, sekaligus meramaikan kawasan iconic di sepanjang Jalan Tunjungan.“Harapannya nanti Jalan Tunjungan semakin ramai ya, apalagi kalau nanti ada JPO yang baru, jadi banyak tempat foto menarik,” harapnya.Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan bahwa JPO yang dibangun pada tahun 1987 memang membutuhkan peremajaan dan kondisi jembatan juga sudah rapuh.Menurutnya, pembongkaran ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Di awal tahun 2025, tim independen melakukan kajian menyeluruh setelah ditemukan beberapa bagian jembatan yang runtuh. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa beberapa bentangan jembatan sudah dalam kondisi rapuh dan tidak aman.“Berdasarkan kajian dari tim independen, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu, harus segera diselamatkan. Makanya harus dilakukan pembongkaran dan nanti akan dibangun kembali," tutur Wiwiek.Ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena jembatan yang dibongkar akan segera dibangun kembali. Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemerintah Kota Surabaya berencana menggandeng investor melalui program CSR (Corporate Social Responsibility)."Nanti kita akan tawarkan. Siapa yang mau CSR untuk membangun jembatan itu," ujarnya.Pihaknya menargetkan proyek ini selesai pada Desember 2025 sehingga bisa digunakan masyarakat umum pada awal tahun 2026. Terkait konsep JPO baru Wiwiek menyatakan bahwa fungsinya tetap sebagai jembatan penyeberangan. Namun, desainnya akan dibuat lebih estetik dan terbuka agar dapat menjadi spot baru untuk berswafoto."Fungsinya tetap sama sebagai JPO, menghubungkan orang dari Siola menuju Jalan Tanjung Anom, tetapi dibuat menonjol estetikanya," tambahnya.Terakhir, Wiwiek berharap proses pembangunan jembatan ini dapat selesai pada tahun ini juga. Dengan demikian, jembatan baru yang lebih kokoh dan aman dapat segera digunakan oleh masyarakat.“Kami juga memastikan pembangunan Jembatan tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat, karena sudah dilakukan penyesuaian waktunya,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.