Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatihan untuk Warga Peunaron Aceh Timur dalam Membuat Kerajinan Pelepah Pinang

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Pelatihan untuk Warga Peunaron Aceh Timur dalam Membuat Kerajinan Pelepah Pinang Doc: Antara

Banda Aceh - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, melatih warga pedalaman di daerah ini mengolah pelepah pinang menjadi kerajinan seperti piring.

Ketua TP-PKK Peunaron Raudhatul Jannah, di Aceh Timur, Kamis, mengatakan pelatihan itu bekerja sama dengan Yayasan Katahati yang bertujuan meningkatkan keterampilan menjadi sumber perekonomian masyarakat.

"Pelatihan ini bermanfaat untuk masyarakat guna meningkatkan sumber pendapatan keluarga dengan memanfaatkan pelepah pinang. Selama ini, pelepah pinang di daerah itu menjadi sampah, dibuang dan dibakar," katanya.

Raudhatul Jannah menyebutkan wilayah Peunaron memiliki kebun pinang yang luas, sehingga ke depan diharapkan pelepah pinang menjadi sumber ekonomi setelah diolah menjadi piring dan kerajinan lainnya.

Direktur Yayasan Katahati Raihan Fajri mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu yang selama ini tidak terpakai menjadi barang bernilai ekonomis.

"Kami siap berkolaborasi dengan kelompok perempuan yang tergabung dalam TP-PKK memanfaatkan hasil alam yang ada untuk meningkatkan perekonomian," katanya pula.

Raihan Fajri mengharapkan pelatihan tersebut tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat terus berkelanjutan. Sebab, banyak pelatihan sejenis yang bisa dilaksanakan di Peunaron, termasuk ecoprint atau teknik mencetak pada kain menggunakan bahan dari alam.

Kegiatan tersebut, kata dia lagi, tidak sebatas melatih dan membuat piring dalam berbagai bentuk, pihaknya juga telah memiliki jaringan pemasaran di dalam dan luar Aceh.

Selain di Peunaron, Yayasan Katahati juga memberdayakan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, seperti Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, dan di Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

"Pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar hutan ini untuk memberikan mata pencaharian alternatif. Ketika masyarakat dilarang beraktivitas merusak hutan, maka mereka harus diberikan mata pencaharian lain," kata Raihal Fajri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.