Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Swasta Terus Dianaktirikan, DPR Perlihatkan Dukungan

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 13:23 WIB | Oleh:
Sekolah Swasta Terus Dianaktirikan, DPR Perlihatkan Dukungan Doc: ist
Ket. Pelajar sekolah

SURABAYA – Selama ini sekolah swasta setengah mati berjuang sendiri karena terus menjadi anak tiri di negeri sendiri. Perangkat pendidikan lebih banyak memihak sekolah negara (negeri). Untuk itu anggota Komisi X DPR Reni Astuti mendukung keberadaan sekolah swasta dengan mengunjungi SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya guna menyampaikan dukungan terhadap SMP swasta di Surabaya.

Ini juga bagian dari kunjungan kerja masa reses IV Tahun Sidang 2024–2025. “Pada masa reses ini kita memilih tiga sekolah swasta, dan salah satunya adalah SMPTAG Surabaya. Saya ingin mengetahui secara langsung bagaimana kualitas pendidikan serta dukungan pemerintah daerah terhadap sekolah swasta,” kata Reni di Surabaya, Selasa.

Ia datang bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh beserta jajaran. Kunjungan ini juga menjadi bentuk perhatian berkelanjutan karena Reni pernah mengunjungi sekolah ini saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya.

“SMPTAG Surabaya menunjukkan semangat tinggi dalam meningkatkan kualitas. Saya lihat siswa-siswanya gembira dan penuh semangat belajar. Jumlah siswa pun tercukupi, dan semangat para guru juga patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reni dan jajaran Dispendik Surabaya turut memastikan bentuk dukungan pemerintah kota terhadap lembaga pendidikan swasta, baik dari sisi akses pendidikan keluarga tidak mampu maupun sarana prasarana.

Ia juga menyampaikan informasi beberapa program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan rencana pelaksanaan tes kompetensi akademik bagi siswa kelas 9 pada 2026.

Di depan siswa, Reni juga memberi motivasi dan pesan kebangsaan tentang pentingnya etika dalam meraih kesuksesan di era digital.

“Mau teknologi semaju apa pun, dua hal ini kalau kita pegang, maka akan membawa kesuksesan. Pertama, patuh kepada orang tua, dan kedua adalah patuh kepada guru,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya mendorong pendidikan berkualitas dan merata, termasuk di pelosok. “Tugas saya adalah membawa pendidikan Indonesia menjadi pendidikan yang berkualitas, melahirkan anak-anak cerdas yang membawa Indonesia Emas 2045,” katanya.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh berharap kunjungan ini memotivasi siswa. “Inilah anak-anak kita. Mudah-mudahan selalu gembira dan ceria. Arek Suroboyo harus wani. Belajar itu nomor satu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPTAG Surabaya Wiwik Wahyuningsih menyambut baik kunjungan tersebut karena memberi ruang menyuarakan kondisi pendidikan swasta. “Kami bersyukur bisa menyampaikan langsung yang kami alami di lapangan, seperti soal pembiayaan operasional dan perubahan kurikulum yang mendadak,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran soal penambahan sekolah negeri yang berpotensi mempengaruhi minat masyarakat terhadap sekolah swasta. Meskipun demikian, Wiwik menyebut SMPTAG tetap kompetitif dan dipercaya masyarakat.

“Tahun ini kami sudah memenuhi target jumlah siswa. Dua tahun berturut-turut kami tutup pendaftaran sebelum SMP negeri selesai menerima siswa,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.