Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OpenAI Perkuat ChatGPT dengan Guardrail Kesehatan Mental Baru

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 20:00 WIB | Oleh:
OpenAI Perkuat ChatGPT dengan Guardrail Kesehatan Mental Baru Doc: The Verge

JAKARTA – OpenAI kini memperbarui ChatGPT dengan fitur keamanan mental yang dirancang untuk membantu pengguna dan memperkuat penggunaan yang bertanggung jawab. Fitur ini mencakup deteksi lebih baik terhadap tanda-tanda tekanan emosional atau delusi serta pengingat lembut untuk istirahat saat sesi percakapan terlalu lama.

Dalam beberapa kasus, OpenAI menyadari bahwa ChatGPT sebelumnya terlalu “menyenangkan” (sycophantic) dan kadang mendukung keyakinan pengguna yang tidak sehat, sehingga memperparah kondisi psikologis tertentu. Mereka telah membalikkan sebagian pembaruan sebelumnya dan memperbaiki sistem respons agar tidak memicu kecanduan atau obsesi pengguna.

Mulai hari ini, pengguna yang melakukan obrolan panjang dengan ChatGPT akan menerima pesan seperti “You’ve been chatting a while – is this a good time for a break?” yang memberi pilihan untuk lanjut atau berhenti sejenak. Tujuannya mendorong jeda sehat dan mencegah ketergantungan berlebihan pada AI.

Selain itu, ChatGPT akan dirancang agar lebih berhati-hati terhadap pertanyaan emosional penting seperti “Should I break up with my boyfriend?”, dengan menggiring pengguna lewat pertanyaan reflektif dan penilaian pro-kontra daripada memberikan jawaban langsung.

OpenAI juga membentuk kelompok penasihat yang melibatkan lebih dari 90 dokter dari 30 negara, ahli kesehatan mental, serta pakar pengembangan anak muda dan interaksi manusia-komputer. Tujuannya membangun rubrik evaluasi percakapan kompleks demi mendeteksi situasi yang rentan lebih akurat.

Langkah ini diambil setelah laporan kasus di mana interaksi dengan ChatGPT menyebabkan memburuknya delusi atau krisis mental, bahkan dalam beberapa kasus ekstrem seperti episode manik yang diperparah AI. Dalam satu insiden, pengguna mengalami kerusakan psikologis karena ChatGPT menegaskan delusi kecepatan cahaya yang diyakininya valid.

Expert mental health memperingatkan bahwa penggunaan AI sebagai pengganti terapi profesional berisiko, terutama bagi pengguna rentan. AI tidak memiliki kemampuan memahami nuansa emosi seperti manusia nyata dan dapat memperkuat pola pikir tidak sehat jika tidak dikontrol dengan baik.

Update penting OpenAI:

  • Menambahkan break reminders saat pengguna terlalu lama chatting
  • Menyempurnakan kemampuan deteksi gangguan emosional atau delusi
  • Mengubah cara menjawab pertanyaan pribadi penting agar bersifat reflektif dan tidak langsung memberikan keputusan
  • Melibatkan ahli profesional untuk memetakan standar respons yang aman dan tepat

Perubahan ini merupakan sebuah keseriusan OpenAI dalam menghadapi dampak psikologis yang timbul dari penggunaan AI, sekaligus menunjukkan tanggung jawab mereka untuk melindungi kesejahteraan pengguna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.