Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan: Polusi Plastik menjadi Ancaman Kesehatan Serius

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan: Polusi Plastik menjadi Ancaman Kesehatan Serius Doc: afp
Ket. Sumber: OECD, ENV-Linkages model, Data diperbarui pada Mei 2023/kj/ones/and

PARIS - Para ahli dalam sebuah laporan pada Senin (4/8), memperingatkan, polusi plastik merupakan "bahaya serius, terus meningkat, dan kurang disadari" bagi kesehatan yang mengakibatkan kerugian dunia setidaknya 1,5 triliun dollar AS per tahun.  

Tinjauan baru terhadap bukti yang ada, yang dilakukan oleh para peneliti kesehatan dan dokter terkemuka, diterbitkan satu hari sebelum dimulainya pembicaraan baru di Jenewa yang bertujuan untuk menyegel perjanjian pertama di dunia tentang polusi plastik.

“Plastik menyebabkan penyakit dan kematian, mulai dari bayi hingga usia lanjut, dan bertanggung jawab atas kerugian ekonomi terkait kesehatan yang melebihi 1,5 triliun dollar AS setiap tahunnya,” demikian ulasan dalam jurnal medis The Lancet.

Membandingkan plastik dengan polusi udara dan timbal, laporan itu mengatakan dampaknya terhadap kesehatan dapat dikurangi melalui undang-undang dan kebijakan.

Para ahli menyerukan agar delegasi dari hampir 180 negara yang berkumpul di Jenewa untuk akhirnyamenyetujui suatu perjanjiansetelah percobaan sebelumnya yang gagal.

Philip Landrigan, seorang dokter dan peneliti di Boston College di Amerika Serikat, (AS) memperingatkan bahwa orang-orang yang rentan, terutama anak-anak, paling terkena dampak polusi plastik.

“Kita wajib bertindak sebagai respons,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Kepada mereka yang bertemu di Jenewa: Mohon terima tantangan dan kesempatan ini untuk menemukan titik temu yang memungkinkan kerja sama internasional yang bermakna dan efektif dalam menanggapi krisis global ini.

Krisis Iklim

Jumlah plastik yang diproduksi dunia telah meningkat dari dua juta ton pada tahun 1950 menjadi 475 juta ton pada tahun 2022, menurut laporan tersebut. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2060.

Peningkatan produksi plastik yang eksponensial ini menjadi tantangan besar, baik bagi pemerintah maupun industri, dalam mengelola sampah dan mencegah dampak negatifnya.

Namun, saat ini kurang dari 10 persen dari seluruh plastik didaur ulang, tambahnya.

Landrigan mengatakan "krisis" plastik dunia berkaitan dengan krisis iklim. Plastik terbuat dari bahan bakar fosil.

“Tidak ada yang bisa meremehkan besarnya krisis iklim dan krisis plastik,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.