Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Diminta Kritis Terhadap Higienitas Air dari Depot Air Minum Isi Ulang

📅 Senin, 04 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Masyarakat Diminta Kritis Terhadap Higienitas Air dari Depot Air Minum Isi Ulang Doc: YJSN
Ket. Kegiatan penyuluhan terkait higienitas air dari depot isi ulang (DAMIU, salah satunya di Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Acara ini untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar tentang air minum yang aman.

JAKARTA - Di tengah maraknya konsumsi air minum isi ulang, banyak warga belum menyadari bahwa air galon yang tampak jernih belum tentu aman dikonsumsi. Terlebih, sebagian besar depot isi ulang belum sepenuhnya mematuhi standar kebersihan dan prosedur pengujian air.

Hasil pemantauan terbaru Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kota Bandung menunjukkan bahwa 84,9% air minum rumah tangga dan 84,7% air dari depot air minum isi ulang (DAMIU) yang diuji di laboratorium terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) atau coliform. Temuan ini mempertegas bahwa persoalan mutu air minum bersifat sistemik dan memerlukan respons edukatif yang melibatkan masyarakat luas.

Menyikapi hal ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara menyelenggarakan serangkaian kegiatan penyuluhan, salah satunya di Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Acara ini untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar tentang air minum yang aman dan bagaimana menjadi konsumen yang lebih sadar risiko.

Bertempat di Kantor Kelurahan Duren Tiga, kegiatan yang merupakan bagian dari program Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu ini dihadiri oleh warga setempat, yang mayoritas merupakan anggota PKK. Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kriteria air minum yang layak konsumsi, dampak kesehatan akibat air yang terkontaminasi, serta praktik penyimpanan air di rumah tangga yang aman. Pembahasan juga mencakup standar usaha DAMUI, mulai dari kebersihan fasilitas, kepatuhan administratif, hingga frekuensi pengujian laboratorium.

Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Wuhgini, SKM., M.A., yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa air yang tampak jernih secara fisik belum tentu bebas risiko kontaminasi.

“Air minum yang aman harus memenuhi tiga parameter utama: fisik, kimia, dan mikrobiologi. Untuk memastikan air bebas dari bakteri atau bahan kimia berbahaya, perlu dilakukan pengujian di laboratorium,” jelasnya melalui keterangan tertulis pada hari Senin (4/8).

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat menilai kualitas DAMIU dari beberapa indikator sederhana: apakah depot tersebut rutin menguji airnya di laboratorium terakreditasi, memiliki Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS), serta menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku penjamah airnya.

Wuhgini juga menekankan agar masyarakat tidak menyimpan galon isi ulang terlalu lama, karena risiko kontaminasi meningkat seiring waktu. “Praktik menyetok galon di rumah ataupun di depot adalah hal yang tidak dianjurkan, namun masih sering terjadi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa konsumsi air yang tidak layak dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, kolera, hepatitis, bahkan dapat berdampak pada stunting jika terjadi dalam jangka panjang dan memengaruhi status gizi anak.

Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara Surya Putra, menegaskan pentingnya edukasi air minum hingga ke tingkat rumah tangga. Pihaknya berharap warga bisa lebih peka terhadap apa yang dikonsumsi sehari-hari.

“Menjaga kebersihan dispenser, galon, atau teko air, mencuci tangan pakai sabun, dan menjadi konsumen yang berani bertanya adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan penyelenggara program, terutama terkait tantangan dalam memilih sumber air minum yang aman di tengah maraknya praktik usaha DAMIU yang belum seluruhnya memenuhi standar.

 Peserta menyampaikan berbagai pengalaman sehari-hari, mulai dari ketidakpastian asal-usul air yang dijual, hingga kekhawatiran soal depot yang tampak tidak higienis namun tetap beroperasi. Melalui diskusi ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif, melainkan turut serta dalam pengawasan komunitas dan menyuarakan hak atas air minum yang layak.

Ke depan, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas dan pemerintah daerah. Edukasi publik, advokasi kebijakan, dan pendampingan berbasis komunitas akan tetap menjadi pilar pendekatan yayasan dalam memastikan air minum yang layak bukan hanya menjadi hak, tetapi juga kenyataan bagi seluruh warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.