Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Temukan 42 Harimau Sumatra di Bentang Alam Bengkulu

📅 Senin, 04 Agu 2025, 12:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut Temukan 42 Harimau Sumatra di Bentang Alam Bengkulu Doc: Antara Foto
Ket. Tangkapan gambar aktivitas harimau Sumatra dari kamera jebak yang dipasang BKSDA Bengkulu-Lampung bersama mitra konservasi di wilayah Bengkulu

Pengawasan yang dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra mengungkapkan 42 individu harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terpantau di wilayah bentang alam Bengkulu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Himawan Sasongko dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin, menyatakan hasil pengawasan bersama para mitra konservasi dengan kamera jebak (camera trap) dan patroli lapangan selama periode 2020-2025 memperlihatkan 42 individu di tiga bentang alam utama.

"Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan Seblat masih menjadi habitat penting bagi harimau Sumatra dan satwa liar lainnya yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem," ujar dia.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret-Mei 2025 di kawasan Seblat, tim berhasil merekam 1.860 foto kejadian dari 16 unit kamera jebak yang dipasang selama 52 hari. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas hewan terancam punah itu di area serta keberadaan berbagai satwa lain, seperti tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), macan dahan (Neofelis diardi diardi), dan berbagai satwa hutan lain.

Sebagai upaya verifikasi, BKSDA Bengkulu-Lampung bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra konservasi menggelar diskusi kelompok terpumpun "Verifikasi Data Harimau Sumatera". Diskusi itu bertujuan memastikan keakuratan data sebaran harimau di Provinsi Bengkulu sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut konservasi ke depan.

Meskipun temuan itu menjadi kabar baik, kata dia, ancaman terhadap kelestarian harimau Sumatra masih tinggi, mulai dari perburuan liar, perambahan hutan, hingga konflik dengan manusia akibat penyusutan habitat alami.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan hutan dan habitat harimau menjadi kebutuhan penting.

"Harimau Sumatra adalah spesies kunci. Menjaga mereka berarti menjaga kesehatan ekosistem hutan Sumatra. Data monitoring ini akan menjadi pijakan penting dalam merancang strategi perlindungan yang lebih terarah dan efektif sekaligus untuk mengungkapkan keberadaan satwa tersebut di Provinsi Bengkulu bagian selatan sampai perbatasan Lampung," ujarnya.

Upaya pemantauan itu merupakan komitmen bersama untuk memastikan harimau Sumatra tetap lestari di habitat alaminya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan dan satwa liar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.