Pemprov DKI Tata Ulang Loksem Barito, Pedagang Direlokasi ke Sejumlah Pasar

Minggu, 03 Agu 2025, 14:15 WIB

JAKARTA – 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menata kawasan kota secara adil dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah merelokasi pedagang di Lokasi Sementara (Loksem) Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari penataan ruang terbuka hijau dan taman kota.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pemkot Jakarta Selatan telah menetapkan tanggal relokasi pedagang Loksem Barito pada 3 Agustus 2025. Relokasi ini bertujuan mendukung peremajaan taman kota serta memastikan lingkungan tetap asri dan fungsional bagi masyarakat.

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyatakan, pemerintah siap memfasilitasi relokasi, termasuk penyediaan kendaraan untuk mengangkut barang dagangan. Para pedagang diberikan kebebasan untuk menentukan lokasi usaha sementara, baik di Jakarta Selatan maupun wilayah lainnya.

“Penataan ini akan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan dialog agar tidak mengganggu mata pencaharian pedagang. Kami juga akan bantu pemindahan barang sesuai permintaan, melibatkan kelurahan, kecamatan, Satpol PP, dan Dinas PPKUKM,” ucap Anwar, Jumat (1/8).

Ia menambahkan bahwa beberapa pedagang telah lebih dulu pindah secara mandiri ke lokasi yang mereka pilih. Setelah lokasi benar-benar kosong, kewenangan penuh atas kawasan tersebut akan dialihkan kepada Dinas PPKUKM DKI Jakarta.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, memastikan bahwa proses relokasi mengarah pada solusi konkret bagi pedagang. Ia menyebutkan bahwa Pemprov telah menyiapkan alternatif lokasi sementara maupun permanen agar aktivitas usaha tetap berjalan.

“Khusus pedagang burung dan pakan hewan akan dialihkan sementara ke kawasan Lenteng Agung karena lokasi permanen masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya. Yuke menambahkan, relokasi ini juga mencakup pedagang buah dan kuliner yang diarahkan ke tempat yang dinilai lebih sesuai untuk usaha jangka panjang.

Menurutnya, komunikasi antara Pemprov, DPRD, dan para pedagang terus dilakukan agar proses relokasi berjalan lancar. Sosialisasi sudah berlangsung sejak lama, namun diperlukan pendekatan intensif agar para pedagang merasa yakin dan nyaman.

“Butuh penjelasan yang tuntas agar para pedagang merasa tenang. Koordinasi terus dilakukan antara Pemprov, DPRD, dan pedagang agar semua pihak tahu kapan harus pindah, kapan pembangunan dimulai, dan kapan selesai,” ujar Yuke.

Ia juga menyebut bahwa lahan baru nantinya akan dimanfaatkan tidak hanya untuk pedagang, tetapi juga sebagai kantor operasional Damkar dan Satpol PP Kecamatan Jagakarsa. Proses pembangunan akan dilakukan setelah koordinasi antarlembaga selesai dan rencana matang.

Ketua Pedagang Loksem Barito, Lardi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah sepakat untuk relokasi ke Lenteng Agung dan sejumlah pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Beberapa pedagang memilih Pasar Mampang, Pondok Indah, Pondok Labu, Tebet Barat, Tebet Timur, dan Pasar Bata Putih di Kebayoran Lama.

Menurut Lardi, ada pula pedagang yang memilih mencari tempat usaha sementara sambil menunggu Loksem di Lenteng Agung rampung dibangun. Ia berharap seluruh pedagang, yang terdiri atas 85 kios hewan, 18 kios buah, dan 34 kios kuliner, bisa mendapatkan tempat layak untuk melanjutkan usaha.

Salah satu pedagang hewan di Loksem Barito, Riko (27), menyampaikan bahwa ia sudah mulai berkemas sejak akhir Juli. “Sebagian barang dagangan sudah kami bawa pulang ke rumah terlebih dahulu karena tempat relokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan belum sepenuhnya siap,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.