Cianjur Majukan Petani dengan Menyerahkan Bantuan Alat Pertanian
Minggu, 03 Agu 2025, 19:21 WIBCIANJUR â Peran para petani tak dapat digantikan dalam memproduksi bahan pangan. Untuk itu, mereka sangat perlu didukung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Maka, Pemerintah Kabupaten Cianjur, memberikan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani.
Tujuannya untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya petani jagung di Kecamatan Mande yang berhasil memanen delapan ton jagung dari lahan seluas satu hektare.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Minggu, mengatakan bantuan yang diberikan berupa satu unit traktor, satu unit mesin pemanen, dan mesin pengering serta bibit jagung, yang akan digunakan untuk meringankan beban para petani mulai dari mengolah lahan sampai panen.
"Kami berharap bantuan alat pertanian dengan nilai ratusan juta rupiah untuk kelompok tani di Kecamatan Mande itu, dapat memudahkan petani mulai dari menanam hingga panen, sehingga hasil panen petani ke depan lebih meningkat," katanya.
Dia menjelaskan panen kedua jagung hibrida di lahan seluas 2,5 hektare di Kecamatan Mande dapat menghasilkan panen di atas rata-rata dan akan menjadi percontohan bagi petani lainnya di Cianjur, dimana dari satu hektare lahan dapat menghasilkan panen delapan ton.
Seiring tingginya hasil panen jagung di Kecamatan Mande, pihaknya menargetkan Kabupaten Cianjur dengan hasil buminya dapat berperan lebih besar menyumbang kebutuhan pangan nasional, terutama bagi kota/kabupaten yang memiliki lahan terbatas, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"Kami berharap ke depan petani Cianjur dapat memasok berbagai kebutuhan pangan nasional, termasuk kebutuhan pangan di kabupaten/kota lain, sehingga dengan hasil buminya petani Cianjur dapat mencapai target swasembada pangan lokal dan nasional," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur Nurdiyanti, mengatakan panen jagung hibrida di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, mencatat hasil yang sangat memuaskan dari satu hektare lahan dapat menghasilkan panen sekitar delapan ton.
Dia menjelaskan hasil panen kelompok tani di wilayah tersebut, termasuk paling tinggi dibandingkan dengan kelompok tani di kecamatan lainnya di Cianjur yang rata-rata dari satu hektare hanya menghasilkan panen sebanyak empat ton.
âIni berkat pemilihan benih yang bagus dan pemeliharaan yang optimal oleh kelompok tani, jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida, khusus untuk bahan baku pakan ternak," katanya.
Untuk hasil panen petani ditampung Bulog dengan harga 6.400 per kilogram, sesuai harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan proses selanjutnya mitra Bulog yang akan melakukan pemipilan dan pengeringan hingga kadar air di bawah 18 persen, sebelum dibawa ke gudang Bulog.
"Kabupaten Cianjur saat ini telah swasembada untuk subsektor tanaman pangan, terutama padi. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, kebutuhan beras sudah terpenuhi, bahkan surplus sehingga bisa untuk memasok ke daerah lain," katanya.
- alat pertanian
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
J-Hope akan Gelar Tur Global Solo Mulai Februari
-
RI Candu Impor Tepung Telur, Hilirisasi Peternakan Belum Optimal
-
Mahkamah Agung AS akan Mempercepat Proses Kasus Legalitas Tarif Trump
-
Duh! Mahasiswa ITB Jadi Joki SNPMB, Ini Tanggapan Kampus
-
Kurangi Impor, Kementan Genjot Produksi Vaksin dan Obat Hewan Dalam Negeri
-
BPBD: Tiga RT di Pluit terendam banjir rob hingga 50 cm
-
Zulhas Tegaskan Pembangunan Papua Harus Libatkan Masyarakat Adat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.