Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Meteorologi Jepang: Rekor Panas dan Kekeringan Ancam Panen Padi di Jepang

📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Badan Meteorologi Jepang: Rekor Panas dan Kekeringan Ancam Panen Padi di Jepang Doc: Freepik

TOKYO - Jepang saat ini tengah menghadapi musim panas dengan suhu ekstrem dan kekeringan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap hasil panen padi di berbagai wilayah.

Badan Meteorologi Jepang mencatat bahwa suhu rata-rata pada Juni dan Juli 2025 mencetak rekor tertinggi. Sementara itu, curah hujan berada pada titik terendah dalam sejarah, dilansir dari The Straits Times, Sabtu (2/8).

Kondisi ini menyebabkan lonjakan kasus heatstroke. Sebanyak 17.229 orang dilarikan ke rumah sakit hanya pada bulan Juni, jumlah tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 2010.

Fenomena cuaca ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang kuat di atas Samudra Pasifik. Fenomena tersebut mencegah terbentuknya awan hujan dan mendorong angin barat ke arah utara, menyebabkan suhu ekstrem di Jepang bagian utara.

Wilayah pertanian utama seperti Tohoku dan Hokuriku terdampak paling parah, curah hujan hanya mencapai 13 persen dan 8 persen dari rata-rata normal. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terganggu, terutama padi yang merupakan komoditas penting Jepang.

Menanggapi kondisi ini, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang berencana memberikan subsidi untuk pemasangan pompa. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan peralatan lainnya guna mengatasi dampak kekeringan.

Krisis air juga melanda bendungan-bendungan penting di wilayah terdampak. Bendungan Gosho di Morioka dan Naruko di Osaki, Prefektur Miyagi, tercatat berada di kapasitas 0 persen, sementara Shozenji di Niigata hanya tersisa 12 persen.

Sebagai langkah darurat, sisa air dari Bendungan Naruko kini dilepaskan demi menyelamatkan tanaman padi selama musim pembentukan bulir. Namun, pejabat setempat memperingatkan bahwa air di bendungan tersebut bisa habis total dalam dua minggu jika hujan tak kunjung turun.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata telah memberlakukan pembatasan pengambilan air dari 19 sungai di Tohoku dan wilayah lainnya. Masyarakat diimbau untuk segera menghemat air demi menjaga pasokan yang tersisa.

Profesor Emeritus Hisashi Nakamura dari Universitas Tokyo menegaskan bahwa gelombang panas ini merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang berkontribusi adalah pengaruh pemanasan global.

Ia memperkirakan kondisi ekstrem ini akan terus berlanjut sepanjang Agustus. Meskipun curah hujan diperkirakan akan meningkat di beberapa wilayah, hal tersebut belum cukup untuk sepenuhnya memulihkan cadangan air.

Dengan kondisi yang semakin genting, Jepang kini berada di persimpangan antara krisis iklim dan ketahanan pangan. Situasi ini memaksa pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan cepat dan serius. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.