Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Defisit Dagang Indonesia dengan Tiongkok Capai USD 10,69 Miliar di Paruh Pertama 2025

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Defisit Dagang Indonesia dengan Tiongkok Capai USD 10,69 Miliar di Paruh Pertama 2025 Doc: Jakarta Global

JAKARTA – Indonesia mencatat defisit dagang sebesar USD 10,69 miliar dengan Tiongkok selama Januari hingga Juni 2025, menjadikannya defisit terbesar Indonesia dengan mitra dagang mana pun pada periode tersebut. Data ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis resmi pada Jumat (29/7).

Selama enam bulan pertama tahun ini, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 29,31 miliar, sementara impor dari negara tersebut mencapai USD 40 miliar. Ketimpangan ini menunjukkan ketidakseimbangan perdagangan yang terus berlangsung dengan mitra dagang terbesar Indonesia tersebut.

BPS mencatat bahwa komoditas utama yang diimpor dari Tiongkok meliputi mesin dan peralatan mekanik beserta suku cadangnya senilai USD 9,15 miliar, peralatan listrik dan komponennya sebesar USD 8,09 miliar, serta kendaraan dan suku cadangnya senilai USD 2,18 miliar.

Selain Tiongkok, Australia menempati posisi kedua sebagai negara dengan defisit dagang terbesar terhadap Indonesia, yakni USD 2,39 miliar. Selama periode yang sama, Indonesia hanya mampu mengekspor USD 1,81 miliar ke Australia, sedangkan impor dari Negeri Kanguru mencapai USD 4,2 miliar. Penyumbang utama defisit ini antara lain adalah serealia (USD 650 juta), bahan bakar mineral (USD 650 juta), dan logam mulia serta perhiasan (USD 480 juta).

Brasil menjadi negara ketiga dengan defisit dagang terbesar, dengan nilai defisit mencapai USD 830 juta. Ekspor Indonesia ke Brasil tercatat USD 1,14 miliar, sedangkan impor mencapai USD 1,96 miliar.

Meskipun mencatat defisit dengan beberapa negara, secara keseluruhan Indonesia berhasil membukukan surplus dagang sebesar USD 19,48 miliar sepanjang paruh pertama 2025. Angka ini meningkat 25 persen dibandingkan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 15,58 miliar. Total ekspor nasional mencapai USD 135,41 miliar, sedangkan impor berada di angka USD 115,94 miliar.

BPS menambahkan bahwa tren surplus perdagangan Indonesia telah berlangsung selama 66 bulan berturut-turut, dimulai sejak awal masa jabatan kedua Presiden Joko Widodo dan terus berlanjut hingga delapan bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
UEFA Nations League: Pesta ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.