Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Diimbau Membuat Daftar Hitam dan Putih Proyek yang Akan Digarap

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Danantara Diimbau Membuat Daftar Hitam dan Putih Proyek yang Akan Digarap Doc: antara
Ket. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) diimbau untuk membuat daftar hitam dan putih proyek yang akan digarap berdasarkan tingkat risiko. 

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (31/7) mengatakan proyek-proyek yang nantinya masuk ke daftar putih sebaiknya merupakan proyek yang rendah karbon, termasuk proyek komponen dan instalasi energi terbarukan, transmisi, dan proyek yang bisa meningkatkan nilai tambah.

Adapun sejumlah proyek yang ia nilai perlu menuai dukungan, yakni proyek industri tanaman chlor alkali (garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT. Kemudian, proyek industri nata de coco (kelapa) di kawasan industri Tenayan, Riau dan ; industri oleoresin (pala) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Ia juga mendukung industri fillet ikan nila di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta industri karagenan (rumput laut) di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan, proyek-proyek yang masuk ke daftar hitam jelas Bhima adalah proyek atau sektor yang sebaiknya dihindari Danantara dan anak usahanya, sebab mengandung risiko tinggi, berupa stranded asset dan tidak mendukung pencapaian target pengurangan emisi karbon.

“Misalnya dia bisa berdampak terhadap biaya kesehatan, itu juga harus dimasukkan ke dalam proyek yang sifatnya blacklist,” tutur Bhima.

Tiga proyek yang menurut Bhima wajib dihindari, seperti proyek DME (Dimethyl Ether) dari batu bara yang ditargetkan akan berlokasi di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin.

Selain itu, Bhima juga menilai proyek kilang minyak dan tangki penyimpanan minyak sebagai proyek yang wajib dihindari. 

Secara terpisah, Dosen Magsiter Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB Suhartoko mengatakan, dari Survai World Economic Forum 2025, ada lima besar risiko dunia berkaitan dengan perubahan iklim dan lingkungan.

Berkaitan dengan perekonomian dan bisnis ke depannya orientasinya adalah green economy, green financial, green banking green energy dan segala sesuatu dikaitkan dengan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Sebab itu, strategi pencapaiannya harus bertahap dan berbagai peraturan berkaitan dengan keberlanjutan juga diterapkan secara gradual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.