Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ancam Naikkan Tarif Mitra Dagangnya Pada 1 Agustus Mendatang

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Trump Ancam Naikkan Tarif Mitra Dagangnya Pada 1 Agustus Mendatang Doc: Brendan SMIALOWSKI/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan menaikkan tarif pada puluhan mitra dagang pada 1 Agustus jika mereka gagal mencapai kesepakatan dengan Presiden AS, Donald Trump untuk menghindari tarif yang lebih tinggi. Hal itu berisiko menaikkan harga bagi konsumen.

Para ekonom telah memperingatkan bahwa tarif AS yang lebih tinggi, yang dibayarkan oleh importir produk asing, dapat menambah biaya bisnis dan mengalir ke rumah tangga.

Risikonya adalah melemahnya konsumsi sebagai pendorong utama ekonomi terbesar dunia itu. Tarif yang diberlakukan Trump dapat mempengaruhi segala hal mulai dari biji kopi dan beras hingga kakao, makanan laut, atau bahkan barang elektronik.

Asosiasi Kopi Nasional kepada AFP mengatakan untuk komoditas kopi, sekitar 99 persen kopi Amerika diimpor. Asosiasi mengatakan bahwa dua pertiga orang dewasa AS minum kopi setiap hari.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebutkan pemasok utama biji kopi meliputi Brasil, Kolombia, dan Vietnam. Brasil, yang menyumbang lebih dari 30 persen impor tersebut dalam beberapa tahun terakhir, menghadapi ancaman tarif sebesar 50 persen mulai 1 Agustus.

Sementara itu, impor dari Vietnam menghadapi tarif tambahan sebesar 20 persen bahkan setelah kesepakatan yang baru-baru ini dicapai negara Asia Tenggara itu dengan Trump.

Selain itu, pakaian seperti seperti kemeja dan sweater juga bisa menjadi lebih mahal.

Tiongkok, Vietnam, dan Bangladesh menyumbang lebih dari separuh impor pakaian AS dari Januari hingga Mei 2025, kata Asosiasi Pakaian dan Alas Kaki Amerika.

Ketiga negara menghadapi tingkat tarif yang berbeda di bawah pemerintahan Trump.

Barang-barang Tiongkok, yang mencakup hampir sepertiga dari impor pakaian, dikenakan bea masuk baru sebesar 30 persen pada tahun 2025, menambah bea masuk yang sudah ada.

Jika gencatan senjata yang berlaku hingga 12 Agustus tidak diperpanjang, tarif atas produk dari Tiongkok dapat melonjak lebih tinggi lagi, yang menyebabkan perusahaan menghentikan impor atau terpaksa menanggung lebih banyak biaya.

Barang-barang Vietnam menyumbang hampir 20 persen dari impor pakaian sementara barang-barang dari Bangladesh menyumbang sekitar 11 persen, kata asosiasi tersebut.

Trump mengancam akan mengenakan bea masuk sebesar 35 persen pada barang-barang Bangladesh.

Beras melati

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.