Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri ESDM Soroti Ketimpangan Akses Listrik, 5.700 Desa Masih Gelap

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Menteri ESDM Soroti Ketimpangan Akses Listrik, 5.700 Desa Masih Gelap Doc: Jakarta Globe

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyuarakan keprihatinannya terhadap ketimpangan akses listrik di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur, dalam sambutannya di Festival Energi Mineral 2025 yang digelar pada 30 Juli di Hutan Kota Plataran, Jakarta Selatan.

“Indonesia sudah merdeka sejak 1945, tapi masih ada sekitar 5.700 desa yang belum teraliri listrik, dan sekitar 4.400 dusun masih hidup dalam kegelapan,” ujar Bahlil pada Rabu (30/7).

Ia mengenang kunjungannya baru-baru ini ke Papua, di mana banyak rumah di pedesaan masih mengandalkan lampu minyak tanah—sebuah pemandangan yang mengingatkannya pada masa kecilnya di Seram Timur, Maluku. “Saya tumbuh besar belajar pakai lampu minyak. Melihat hal yang sama di Papua menyentuh saya secara pribadi,” katanya.

Meski rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,79 persen pada akhir 2023, akses listrik masih terpusat di Jawa dan Sumatra, sedangkan ketimpangan besar masih terjadi di wilayah timur Indonesia.

Di Papua, hanya sekitar 43 persen rumah tangga yang memiliki akses listrik. Di Papua Tengah, angkanya berada di kisaran 49 persen, sementara di Papua Pegunungan hanya sekitar 14 persen. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), rasio elektrifikasi bervariasi antara 62 hingga 87 persen tergantung wilayah.

Bahlil menekankan bahwa akses listrik bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keadilan sosial dan pemerataan kesempatan. “Ini bukan cuma soal penerangan, tapi soal keadilan sosial. Anak-anak di desa terpencil juga berhak belajar di bawah cahaya listrik, bukan remang-remang lampu minyak,” tegasnya.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah terus mendorong upaya elektrifikasi melalui kerja sama dengan BUMN, sektor swasta, serta penerapan solusi energi terdesentralisasi seperti mikrogrid dan sistem tenaga surya rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.