Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lanud RSA Natuna Tanam 300 Bibit Kelapa Genjah Entok dan Kelapa Dalam

3 Rabu, 30 Jul 2025, 11:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lanud RSA Natuna Tanam 300 Bibit Kelapa Genjah Entok dan Kelapa Dalam Lanud RSA Natuna Tanam 300 Bibit Kelapa Genjah Entok dan Kelapa Dalam Doc: ANTARA
Ket. Komandan Lanud RSA Natuna, Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara (kanan) saat menanam bibit kelapa di Area Lanud RSA pada Rabu (30/7/2025).

NATUNA – Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna, Kepulauan Riau, menanam 300 bibit pohon kelapa jenis genjah entok dan kelapa dalam, dengan masing-masing sebanyak 150 bibit, sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Komandan Lanud RSA Natuna Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara di Natuna, Rabu (30/7), mengatakan pihaknya menargetkan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon kelapa.

Penanaman perdana dilakukan secara seremonial di depan Markas Komando (Mako) Lanud RSA Natuna pada Rabu pagi, bersama jajarannya dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Sazali. Sementara itu, bibit lainnya akan ditanam di sekitar area Lanud RSA.

"Penanaman dilakukan menggunakan lubang tanam berukuran 40x50 cm dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi geografis pesisir Lanud RSA," ucap dia.

Menurut dia, kelapa genjah entok dipilih karena unggul dalam hal masa berbuah yang cepat, yaitu dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, dengan tinggi pohon dua hingga tiga meter dan produktivitas mencapai 140 butir per pohon per tahun.

Sedangkan kelapa dalam dipilih karena mampu beradaptasi dengan iklim ekstrem yang kerap melanda Natuna, meskipun masa berbuah lebih lama yaitu enam hingga tujuh tahun

"Daging buahnya (genjah entok) tebal dan lembut, airnya segar dan melimpah, sehingga cocok dikonsumsi oleh personel Lanud maupun masyarakat sekitar," ujar dia.

Ia menambahkan sebanyak 1.000 bibit kelapa akan ditanam secara bertahap. Semua tanaman yang ditanam akan dipantau dan dirawat agar tumbuh serta berkembang secara optimal.

Selain kelapa, untuk mencukupi kebutuhan serat dan protein, Lanud RSA juga telah menanam jagung, berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, serta menyebar benih ikan air tawar dan lobster di kolam buatan sendiri.

Seluruh kegiatan pertanian dan perikanan tersebut dilakukan di kebun yang diberi nama RSA Farm, yang terletak di dalam area Lanud RSA Natuna.

Hasil panen dari berbagai komoditas ini telah dimanfaatkan untuk konsumsi internal Lanud RSA dan juga terbuka bagi masyarakat Natuna sebagai bentuk kontribusi aktif TNI AU.

"Kegiatan ini sejalan dengan semangat TNI AU AMPUH, yaitu Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan di wilayah terdepan NKRI," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Bansos bagi 2.200 Warga Tangerang Cair

43 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Megapolitan
Makanan Minuman dan Tembaka...
Olahraga
Bayi Ajaib Itu Kini Tak Lag...
Luar Negeri
Indonesia Perluas Kerja Sam...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.