Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Percepat Tenggat Gencatan Senjata Ukraina, Rusia Diberi Waktu 12 Hari

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Trump Percepat Tenggat Gencatan Senjata Ukraina, Rusia Diberi Waktu 12 Hari Doc: Outlook

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempercepat ultimatum kepada Rusia terkait konflik Ukraina dengan memangkas drastis jangka waktu sebelumnya. Kini, Moskow hanya memiliki waktu 10 hingga 12 hari untuk menyepakati gencatan senjata atau menghadapi sanksi ekonomi tambahan dari Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer di resor golf Turnberry miliknya di Skotlandia, Senin (28/7/2025).

“Saya akan mengurangi 50 hari yang saya berikan kepadanya menjadi lebih singkat. Tidak ada alasan untuk menunggu... Saya akan membuat tenggat waktu baru sekitar 10 atau 12 hari dari hari ini,” ujar Trump merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump sebelumnya menetapkan batas waktu 50 hari untuk gencatan senjata, sebelum memberlakukan apa yang disebutnya sebagai sanksi sekunder terhadap negara-negara yang masih berbisnis dengan Rusia, terutama dalam hal pembelian minyak. Namun, sikap Trump berubah setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di KTT NATO bulan lalu.

Presiden AS tersebut mengungkapkan harapannya bahwa kesepakatan masih bisa dicapai, meski ia juga menyuarakan rasa frustrasi atas lambatnya perkembangan negosiasi.

“Saya ingin bermurah hati, tetapi kita tidak melihat adanya kemajuan,” ucapnya.

Pernyataan ini menandai perubahan tajam dalam pendekatan Trump terhadap perang Ukraina. Sebelumnya, ia cenderung menyalahkan Kyiv atas eskalasi konflik. Namun belakangan, ia mulai mengambil posisi yang lebih tegas terhadap Moskow. Revisi tenggat waktu ini juga mencerminkan peningkatan tekanan diplomatik dari AS terhadap Rusia di tengah upaya internasional untuk mengakhiri konflik berkepanjangan tersebut.

Menanggapi pernyataan Trump, Zelenskyy menyatakan dukungannya terhadap apa yang disebutnya sebagai sikap yang jelas dan tekad yang diungkapkan tepat waktu. Dalam pernyataannya pada Senin malam, Presiden Ukraina itu menyatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada perdamaian dan akan terus bekerja sama dengan AS untuk memperkuat keamanan dan kemakmuran kedua negara.

Sementara itu, pihak Kremlin belum merespons secara resmi pernyataan terbaru Trump. Namun, pejabat Rusia pada hari yang sama mengatakan bahwa Moskow masih terbuka terhadap dialog, meskipun hingga kini belum ada langkah konkret menuju kesepakatan gencatan senjata.

Ancaman sanksi sekunder AS, yang akan menyasar negara-negara mitra dagang Rusia, khususnya dalam sektor energi, memunculkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional. Langkah tersebut berpotensi tidak hanya memukul perekonomian Rusia, tetapi juga berdampak pada negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Moskow.

Dengan tenggat waktu baru yang hanya berselang dua pekan, dinamika diplomatik global diperkirakan akan memanas. Tekanan ekonomi dan politik terhadap Rusia meningkat di tengah konflik yang tak kunjung reda, sementara dunia terus menanti apakah tekanan dari Trump akan menghasilkan terobosan atau justru memperpanjang ketegangan geopolitik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.