Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki yang Meninggal Pos 5 di Gunung Slamet

📅 Senin, 28 Jul 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki yang Meninggal Pos 5 di Gunung Slamet Doc: ANTARA/HO-Basarnas Cilacap
Ket. Tim SAR gabungan yang dikoordinasi Basarnas Cilacap mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang meninggal dunia karena sakit di Pos 5 jalur pendakian Gunung Slamet.

Purbalingga -- Tim search and rescue (SAR) gabungan yang dikoordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap mengevakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

“Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah pendaki atas nama Yuswandi (46), warga Kampung Kebon Pala I, Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tiba di View Slamet, Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, tengah malam tadi, pukul 00.30 WIB,” kata Kepala KPP/Basarnas Cilacap M Abdullah di Purbalingga, Minggu.

Sesampainya di Dukuh Bambangan, kata dia, jenazah Yuswandi menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Kepolisiaan Resor (Polres) Purbalingga, selanjutnya dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sebelum dipulangkan ke rumah duka di Sukabumi.

Terkait dengan kronologi kejadian, dia mengatakan berdasarkan laporan seorang porter (jasa yang menyediakan tenaga untuk membantu pendaki membawa barang bawaan selama mendaki) yang diterima petugas Pos Pendakian Gunung Slamet di Bambangan, pada Sabtu (26/7), pukul 16.30 WIB, disebutkan adanya pendaki mengalami sakit di Pos 5 jalur pendakian.

“Namun, pada pukul 17.45 WIB, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia oleh salah satu pendaki yang juga seorang dokter,” katanya.

Atas dasar laporan yang diterima petugas Pos Pendakian Bambangan yang diteruskan ke KPP/Basarnas Cilacap, pihaknya segera memberangkatkan tim penolong dari Unit Siaga SAR Banyumas menuju Bambangan pada pukul 18.45 WIB, disusul tim penolong dari KPP/Basarnas Cilacap yang berangkat pukul 19.56 WIB.

Menurut dia, operasi SAR melibatkan tim gabungan yang dibagi dalam tiga search and rescue unit (SRU) dengan perlengkapan lengkap.

Mereka mulai mendaki melalui jalur Bambangan pada pukul 17.45 WIB. Sekitar pukul 21.11 WIB, tim tiba di Pos 4 dan bertemu dengan porter yang memberikan informasi lebih lanjut.

Ia mengatakan evakuasi dilakukan sepanjang malam hingga akhirnya jenazah Yuswandi tiba di View Slamet pada hari Minggu (27/7), pukul 00.30 WIB.

“Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” kata Abdullah.

Gunung Slamet merupakan gunung terbesar di Pulau Jawa dan tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut dan dikenal memiliki medan yang cukup berat bagi para pendaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.