Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Hadirkan Ruang Perkuat Literasi dengan Donasi Buku ke RPTRA

📅 Senin, 28 Jul 2025, 19:48 WIB | Oleh:
Kemenekraf Hadirkan Ruang Perkuat Literasi dengan Donasi Buku ke RPTRA Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekraf dorong Festival Marunda jadi ruang inklusif bagi perempuan dan anak lewat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Jakarta, Minggu (27/7).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) berkomitmen membangun ruang aman dan kreatif bagi anak serta memperkuat budaya literasi di kawasan permukiman dengan mendonasikan ratusan buku untuk memperkaya perpustakaan di enam Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

"Buku bukan hanya sumber pengetahuan, tapi juga pemantik imajinasi dan kreativitas anak. Ini adalah langkah awal menciptakan ruang aman dan produktif bagi generasi masa depan,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam keterangan pers yang diterima, Senin (28/7).

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang literasi yang merata, Kementerian Ekraf menghimpun 1.465 buku bacaan anak dari penerbit nasional seperti Gramedia (1.255 eksemplar), Mizan (96), dan Balai Pustaka (114).

Buku-buku ini akan memperkuat koleksi di enam RPTRA kawasan Marunda, yang kini menjadi titik tumbuh baru literasi komunitas, sekaligus juga mendukung gelaran Festival Marunda dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, Hari Mangrove Sedunia, dan HUT ke-498 Jakarta.

Festival Marunda juga menjadi ajang peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI), sebuah pilot project dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang hadir sebagai ruang aman, edukatif, dan positif bagi perempuan dan anak.

RBI dibangun atas semangat ‘Tracing the Past, Building the Future’ menyongsong kemajuan tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai lokal.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa RBI adalah wujud kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Pemprov DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan masyarakat.

Wamen PPPA Veronica juga menyoroti tantangan literasi di Marunda, seperti rendahnya minat baca, minimnya koleksi buku untuk anak usia dini, serta keterbatasan alat permainan edukatif di perpustakaan RPTRA.

Sebagai solusi, pemerintah akan mengadakan pelatihan pengelolaan pustaka, menghadirkan alat baca digital, serta memperkaya variasi bacaan dan sarana bermain.

“Kami tidak lagi bekerja sektoral. Festival ini menyatukan kementerian, pemda, DPRD, NGO, dan warga untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman, edukatif, dan kreatif bagi anak-anak kita,” ujar Wamen PPPA Veronica.

Ruang Bersama Indonesia adalah simbol bahwa kota modern harus tetap manusiawi dan berakar pada nilai-nilai gotong royong.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan perubahan nyata di kawasan permukiman.

Festival ini menjadi momentum penting yang diharapkan terus hadir secara berkelanjutan sebagai penguat ekosistem kota yang inklusif, berbudaya, dan memberdayakan semua lapisan masyarakat terutama anak-anak sebagai generasi penerus yang bukan hanya membawa Jakarta ke usia ke-500 tahun, tetapi juga menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan daya saing dan karakter kuat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.