Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat, Warga Diminta Tetap Tenang

📅 Senin, 28 Jul 2025, 10:42 WIB | Oleh:
Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat, Warga Diminta Tetap Tenang Doc: ANTARA
Ket. Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).

PURWOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengimbau masyarakat tetap tenang terkait dengan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet meskipun gunung terbesar di Pulau Jawa itu masih berstatus waspada.

Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Barkah di Purwokerto, Banyumas, Senin (28/7), mengakui berdasarkan data pengamatan yang dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan dengan munculnya gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam.

“Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa pada Sabtu (26/7) terpantau adanya gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam, masing-masing sebanyak satu kali,” katanya.

Sementara pada Minggu (27/7), kata dia, teramati adanya gempa vulkanik dalam sebanyak empat kali.

Kendati demikian, lanjutnya, PVMBG hingga saat ini masih menetapkan status waspada (Level II) terhadap Gunung Slamet dan merekomendasikan kepada masyarakat atau wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak gunung tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu atau hoaks yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Slamet.

“Jika membutuhkan informasi terkait dengan Gunung Slamet, silakan hubungi BPBD setempat. Kami juga tetap berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet.” kata Barkah.

Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes itu berstatus waspada sejak 19 Oktober 2023, karena adanya peningkatan aktivitas, baik dalam frekuensi kegempaan maupun visual, juga dari parameter yang lain, seperti peningkatan suhu mata air dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.