Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemasangan 187 Titik PJU Bertenaga Surya di Sejumlah Ruas Jalan

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Pemasangan 187 Titik PJU Bertenaga Surya di Sejumlah Ruas Jalan Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Chairy Chalidyanto.

Mataram - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat memasang sebanyak 187 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya atau solar cell dengan anggaran mencapai Rp7 miliar mulai tahun 2025 ini.

"Tahun ini kita mencoba memasang beberapa kebutuhan lampu jalan karena sempat menjadi sorotan NTB jalan-jalan dibilang gelap," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub NTB Chairy Chalidyanto di Mataram, Minggu.

Ia menjelaskan, jumlah PJU yang dipasang ini sebanyak 187 titik tersebar di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Pemenang Lombok Utara, Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Jalan Dari Kuta Lombok Tengah ke Jalan Keruak di Lombok Timur.

Kemudian Jalan Lembar Sekotong di Lombok Barat. Jalan mulai Bundaran Sunggung Mandalika ke Teluk Awang di Lombok Tengah.

"Ternyata di sini banyak lokasi penginapan yang strategis tapi kalau malam di beberapa titik gelap, kita pasangkan lampu supaya terang," ujarnya.

Menurut Chairy, seluruh lampu PJU ini menggunakan solar cell atau tenaga surya. Hal ini untuk mendukung energi bersih atau energi hijau sehingga diharapkan seluruh PJU yang ada dikedepankan solar cell.

"Semoga masyarakat bisa menjaga karena ini untuk kebutuhan mereka juga, supaya jalan tetap terang," kata Chairy.

Selanjutnya untuk biaya pemasangan lampu PJU, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar. Kendati, terbilang secara anggaran masih kecil dibanding jalan provinsi yang ada mulai dari Ampenan Kota Mataram hingga Sape di Kabupaten Bima.

"Tapi, tahun ini kami sedang melakukan pemetaan ulang terkait kebutuhan perlengkapan jalan sehingga dengan begitu kita bisa menganalisa secara pasti berapa kebutuhan -ideal- fasilitas perlengkapan jalan, termasuk PJU," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.