Lahan Kering Tak Lagi Sia-sia, Buol Tanam Padi Gogo!
Minggu, 27 Jul 2025, 22:49 WIBBUOL â Budidaya padi gogo di lahan kering dapat membantu meningkatkan produksi padi nasional, mengurangi ketergantungan pada beras impor, dan memperkuat ketahanan pangan.
Hasil panen padi gogo dapat menjadi tambahan pendapatan bagi petani, terutama jika dikelola dengan baik dan menggunakan varietas unggul.
Dengan perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global, padi gogo menjadi solusi alternatif yang menjanjikan untuk menjaga ketersediaan pangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol di Sulawesi Tengah (Sulteng) memanfaatkan lahan-lahan kering di sela tanaman perkebunan untuk budi daya padi gogo.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol Moh Yamin Rahim di Buol, Sulteng, Minggu (27/7), mengatakan penanaman padi gogo itu sebagai salah satu solusi dalam menghadapi ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim.
"Jadi gerakan tanam perdana padi gogo tumpang sisip lahan perkebunan ini dimulai dari Desa Momunu, Kecamatan Momunu, yang menjadi bagian dari program nasional dalam mendukung ketahanan pangan serta transformasi sektor pertanian di daerah," katanya.
Ia mengatakan penanaman padi gogo itu dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Berdikari dengan menggunakan varietas unggul Infago.
"Memang pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis Nasional sebagaimana arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian," ujar dia.
Menurut dia, saat ini pemerintah daerah juga sudah mempersiapkan pelaksanaan program cetak sawah seluas 1.000 hektare (ha).
"Rencana aksi cetak sawah itu dimulai pekan depan dengan target penanaman pada September mendatang," ujar dia.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat pencapaian target ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah, kata Yamin.
"Dari target 1.000 hektare, sebanyak 500 hektare di Kabupaten Buol sudah siap digarap, nantinya para petani dan penyuluh akan diberikan pelatihan teknis sehingga penanaman berjalan optimal sesuai kondisi lahan," katanya.
Yamin mengatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh dari sisi benih, pupuk, pendampingan hingga pemasaran.
"Kami berharap integrasi subsektor tanaman pangan dan perkebunan bisa mendorong kesejahteraan petani, dan menjadikan Buol sebagai model daerah swasembada pangan," ujar dia.
Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Femmi Norfahmi mengatakan dibutuhkan komitmen bersama untuk mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
"Para petani dan penyuluh merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tusip di Pandeglang Mulai Panen, Pekebun Senang Dapat Tambahan Penghasilan
-
BPBD Muara Enim Terus Memadamkan Kebakaran Lahan 6 Hektare di Sungai Rotan, Muara Enim
-
Peduli Perekonomian Masyarakat, Satgas Yonif 715/Mtl Borong Hasil Bumi Mama Papua
-
Ini yang Ditargetkan Pemprov DKI Soal Kelanjutan Normalisasi Ciliwung
-
Sosialisasi Penggunaan Sistem Coretax pada DPP Partai Gerindra
-
Erha Usung Era Baru dalam Perawatan Kulit
-
Toko Mama Khas Banjar Dibuka Kembali oleh Menteri UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.